http://journal.iaisambas.ac.id/index.php/CBJIS/issue/feedCBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies2026-02-24T15:20:37+08:00Purniadi Putrapusdatin@iaisambas.ac.idOpen Journal Systems<div style="text-align: justify;"> <p data-pm-slice="1 1 []"><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/12307"><img src="/public/site/images/pusdatin/73.png" width="95" height="38"></a></p> <p data-pm-slice="1 1 []">This journal examines various issues faced by Muslims in the global arena, encompassing social, cultural, educational, economic, and political aspects. The publication, which appears biannually, is overseen by the Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Postgraduate Institute for Islamic Religion in West Kalimantan. It encompasses studies and analyses conducted by multidisciplinary teams, evaluating or reporting the outcomes or implementation of scientific research or processes in general. The journal aims to attract interdisciplinary readers and writers who are engaged in real-world research. The primary objective of the Journal of Cross Border Islamic Studies is to disseminate scholarly works in the field of Islamic religious studies, including topics such as Islamic religious education, sharia economics, tafsir, culture, and social sciences. Published research can employ theoretical or speculative models, as well as statistical and mathematical approaches, to foster interdisciplinary thinking and provide a platform for scholars to exchange knowledge from diverse perspectives and locations. The CBJIS is available online with the <strong>ISSN 2686-4460</strong>, commencing with Volume 1, No. 2, in the July-December 2019 edition, published by the Center for Scientific Data and Documentation of the Indonesian Institute of Sciences. The Journal of Cross Border Islamic Studies holds a <strong>SINTA 5</strong> accreditation from <strong>Volume 3, Number 1, 2021, to Volume 7, Number 2, 2025</strong>, granted by the Ministry of Research, Technology, and Higher Education (RISTEKDIKTI), under the reference number <strong>72/E/ KPT/ 2024.</strong></p> </div>http://journal.iaisambas.ac.id/index.php/CBJIS/article/view/4944Transformasi Pendidikan di Era Digital 2026-01-16T14:32:34+08:00Melvin Melanthon Simanjuntakmelvinstak@outlook.co.idGiofany Simanjuntakgiofanysimanjuntak88@gmail.comMei Hilda Panjaitanmeihildap@gmail.comKatarina Diana Manikdkatarina834@gmail.comHersiana Theresia Br Sinabaribahersianasinabariba17@gmail.comSolya Septriana Saragihsolyasaragih@gmail.comMaruli Hutapeamarulihutapea20@gmail.com<p>Transformasi pendidikan di era digital merupakan suatu keniscayaan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk transformasi pendidikan di era digital, tantangan yang dihadapi, serta implikasinya terhadap proses pembelajaran, peran pendidik, dan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis terhadap buku, artikel ilmiah, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pendidikan ditandai dengan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, perubahan paradigma pembelajaran dari teacher-centered ke student-centered, serta meningkatnya kebutuhan akan literasi digital. Namun demikian, transformasi ini juga menghadirkan tantangan berupa kesenjangan digital, kesiapan sumber daya manusia, dan keterbatasan infrastruktur. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif dan berkelanjutan agar transformasi pendidikan di era digital dapat berjalan secara efektif dan inklusif.</p>2026-01-16T14:29:09+08:00Copyright (c) 2026 Melvin Melanthon Simanjuntak, Giofany Simanjuntak, Mei Hilda Panjaitan, Katarina Diana Manik, Hersiana Theresia Br Sinabariba, Solya Septriana Saragih, Maruli Hutapeahttp://journal.iaisambas.ac.id/index.php/CBJIS/article/view/4948Peran Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar Dalam Mewujudkan Lingkungan Belajar Yang Positif di UPTD SD Negeri 124394 Pematangsiantar2026-01-24T13:38:25+08:00Esti Marlina Siraitestimarlina28@gmail.comSondang Simanjuntaksondang@gmail.comHerlina Tinambunanherlina@gmail.comMorinda Harianjamorinda@gmail.comMelisa Lubismelisalubis@gmail.comMeihilda PanjaitanMeihildaPanjaitan@gmail.comYuli Yoci Saragihyuli@gmail.com<p>Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar yang dilaksanakan pada Semester VII Tahun 2025 di UPTD SD Negeri 124394 Pematangsiantar bertujuan untuk mengembangkan kompetensi dan keterampilan mahasiswa di bidang kependidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik pembelajaran di sekolah dasar. Kegiatan praktik mengajar terbimbing dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 dengan menekankan pentingnya penciptaan lingkungan belajar yang positif sebagai fondasi pembentukan karakter, motivasi belajar, serta perkembangan social-emosional siswa. Data diperoleh melalui catatan observasi, dokumentasi dan wawancara informal dengan guru dan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, terciptanya suasana kelas yang lebih kondusif, serta meningkatnya efektivitas komunikasi antara Guru dan Mahasiswa PPL. Kegiatan ini tidak hanya memberikan kontribusi nyata dalam mendukung guru menciptakan lingkungan belajar yang positif, tetapi juga memberikan pengalaman bermakna bagi mahasiswa dalam menerapkan teori pendidikan, mengembangkan keterampilan pedagogic, serta membentuk profesionalisme sebagai calon pendidik.</p>2026-01-24T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Esti Marlina Sirait, Sondang Simanjuntak, Herlina Tinambunan, Morinda Harianja, Melisa Lubis, Meihilda Panjaitan, Yuli Yoci Saragihhttp://journal.iaisambas.ac.id/index.php/CBJIS/article/view/5012Ignaz Goldziher: Al-Qur'an dan Orientalisme2026-02-08T19:01:21+08:00Sugihardisugihardi97@gmail.comReza Prayogorezaprayogo26@gmail.comHalikul Salehhalikulsaleh77@gmail.comAbdul Kadirakadir31691@gmail.comSugeng Wantosugengwanto@uinsu.ac.id<p>Al-Qur'an, kitab suci umat Islam, diyakini sebagai <em>Kalamullah</em> yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. Ia merupakan sumber utama ajaran, hukum, dan pedoman hidup yang keotentikannya dijaga secara mutlak, baik melalui tradisi lisan (hafalan) yang mutawatir maupun penulisan teks. Salah satu tokoh sentral dalam kajian Islam di Barat adalah Ignaz Goldziher (1850-1921), seorang sarjana Yahudi-Hungaria yang diakui sebagai "dedengkot orientalis" dan seorang yang sangat produktif dalam mengkaji Islam, termasuk Al-Qur'an dan Hadis. Goldziher menggunakan pendekatan kritik historis (<em>historical criticism</em>) dalam kajiannya, yang cenderung menyamakan Al-Qur'an dengan teks-teks Semit terdahulu seperti Bible. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian dalam penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian studi kepustakaan (<em>Library research</em>) atau studi teks. Data dalam penelitian ini diambil dari karya utama <em>Die Richtungen der Islamischen Koranauslegung</em> (Mazhāhib at-Tafsīr al-Islāmī), mengevaluasi implikasi pemikiran orientalisnya terhadap studi Al-Qur'an, dan karya-karya lainnya yang memiliki relevansi dengan pemikirannya. Adapun teknik pengumpulan data peneliti lakukan melalui dokumentasi (studi literatur) dengan metode pembacaan secara mendalam. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ignaz Goldziher adalah Orientalis yang tak terhindarkan dalam studi Islam modern. Melalui metodologi historis yang skeptis, ia mengajukan kritik fundamental terhadap keautentikan Al-Qur'an dan Hadis. Kritiknya berpusat pada klaim bahwa <em>qira'at</em> adalah <em>ijtihad</em> manusia karena kelemahan penulisan kuno, dan bahwa Hadis dipalsukan secara masif karena kelalaian ulama dalam melakukan kritik <em>matan</em>. Sanggahan dari cendekiawan Muslim, khususnya Musthafa al-Maraghi dan Muhammad Musthafa al-A'zami, berhasil membantah klaim-klaim ini dengan menegaskan peran tradisi lisan (<em>mutawatir</em>) dalam menjaga Al-Qur'an dan membuktikan adanya kritik <em>matan</em> yang ketat sejak masa awal Islam. Goldziher berpandangan bahwa keragaman qira’at al-Qur’an bukanlah wahyu, melainkan hasil perkembangan interpretasi manusia, inkonsistensi teks, dan ambiguitas rasm (tulisan) Arab kuno yang belum bertitik dan harakat. Dia menganggap qira’at sebagai bukti kekacauan tekstual yang tidak berhasil diseragamkan.</p>2026-02-08T18:56:23+08:00Copyright (c) 2026 sugihardi hardihttp://journal.iaisambas.ac.id/index.php/CBJIS/article/view/5014.A.R Gibb Al-Qur’an dan Orientalis Dalam Mohammedanism An Historical Survei2026-02-09T18:07:45+08:00Syaiful Nazaarnazaaramin@gmail.comAbdul Rahman Munterahman.mth79@gmail.comRasid Ridhoabdulropiamrullah@gmail.comAbdul Rofi Amrullahrasydh71@gmail.comSafria Andyal.andawi53@gmail.com<p>Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang menjadi pijakan utama Islam, mereka tidak pernah mempertanyakan otentisitasnya sejak dahulu. Namun sakralitas al Qur’an tersebut terus menerus digerogoti oleh kaum yang sering disebut kaum orientalis beserta para pengikutnya. Mereka berusaha keras menghancurkan sakralitas al Qur’an dengan berbagai cara. Sikap kritis pada setiap karya para orientalis, berkaitan dengan kajian Islam pada umumnya dan Al Qur’an khususnya, jelas sangat diperlukan dalam dunia akademis. Dengan kata lain, kritik yang sebaiknya diarahkan pada mereka bukan berdasarkan agama mereka bukan Islam, tetapi atas dasar semangat untuk mencari kebenaran Ilmiah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perlakuan yang dapat diamati, sedangkan jenis penelitian dalam penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian studi kepustakaan (<em>Library research</em>) atau studi teks. <em>Library research</em> adalah yang mana data-datanya berbentuk dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan pemikiran Hamilton Alexander Roskeen Gibb tentang Al-Qur’an. Adapun kritik nya terhadap Al-Qur’an. <em>Pertama</em> Gibb memandang Al-Qur’an bukanlah sebagai kitab yang diwahyukan secara Ilahi, melainkan sebagai kitab ilham kemanusiaan yang dikeluarkan oleh Rasulullah, dikerjakan sendiri atau dengan bantuan orang lain, yang tidak jelas identitasnya. <em>Kedua </em>tentang kisah penghakiman terakhir (hari kiamat), menurut Gibb kisah tersebut sangat mirip dengan tulisan para bapak dan biarawan Kristen Siria. <em>Ketiga<strong> t</strong></em>erkait bahasa dan retorika yang digunakan Al-Qur’an bukanlah suatu hal yang dapat ditiru, bahkan orang Arab yang menguasai bahasa Arab tidak bisa membuat sama seperti yang ada dalam Al-Qur’an. <em>Keempat,</em> Gibb mengkritik tentang penulisan Al-Qur’an, mulai dari tanda baca dan bacaan yang Nabi sampaikan tidak ada perubahan dengan Al-Qur’an pada dasarnya. <em>Kelima</em>, Gibb juga mengkritik terkait tentang lantunan Al-Qur’an yang menggunakan sebuah irama, seperti tilawah. Kritikan-kritikan yang ditujukan pada Al-Qur’an, memberikan ruang pada sarjana muslim untuk membantah dan mengkritisi gagasan para orientalis, tidak boleh terlalu percaya karena banyak juga orientalis yang bermaksud menghancurkan agama Islam</p>2026-02-08T21:30:46+08:00Copyright (c) 2026 Syaiful Nazaar, Abdul Rahman Munte, Rasid Ridho, Abdul Rofi Amrullah, Safria Andyhttp://journal.iaisambas.ac.id/index.php/CBJIS/article/view/4462Implementasi Model Pembelajaran Ahlus Shuffah Dalam Membentuk Karakter Santri Di Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Maluku2026-02-24T15:20:37+08:00Qomaruddinqomaruddinumbara79@gmail.comAsmaji Muchtarasmajimochtar7@gmail.comToha Makhshun tohamaksum@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran Ahlus Shuffah di Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Maluku serta implikasinya terhadap pembentukan karakter santri. Pendidikan Ahlus Shuffah meneladani sistem pendidikan Rasulullah SAW yang menekankan keseimbangan antara penguatan spiritual, pengembangan intelektual, dan pembinaan sosial. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya penelitian yang mengkaji aktualisasi model pendidikan Rasulullah SAW dalam pendidikan pesantren modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung terhadap aktivitas pembelajaran dan kegiatan pesantren, wawancara mendalam dengan civitas akademika pesantren, pendidik, dan santri, serta dokumentasi program dan kegiatan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Ahlus Shuffah diwujudkan melalui pembelajaran berbasis masjid, keteladanan guru (uswah ḥasanah), pembiasaan ibadah, internalisasi nilai kesederhanaan, serta keterlibatan santri dalam kegiatan pengabdian sosial. Implementasi model tersebut berkontribusi pada pembentukan karakter santri yang religius, disiplin, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial. Hal ini tercermin dalam konsistensi pelaksanaan salat berjamaah, kepatuhan terhadap tata tertib pesantren, serta kemampuan santri dalam mengelola aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari. Selain itu, penerapan model Ahlus Shuffah juga berkorelasi dengan capaian prestasi santri, yang ditunjukkan melalui keberhasilan memperoleh Beasiswa Pendidikan Santri Berprestasi (PBSB) serta partisipasi dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) tingkat nasional. Penelitian ini menegaskan relevansi model Ahlus Shuffah sebagai alternatif pengembangan pendidikan Islam di pesantren masa kini</p>2026-02-24T15:20:37+08:00Copyright (c) 2026 Qomaruddin, Asmaji Muchtar, Toha Makhshun