PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PERSPEKTIF QS. LUQMAN: 13-15
Abstract
Salah satu problem yang paling besar dan mendasar dalam kehidupan masyarakat adalah dekadensi moral. Pendidikan belum sepenuhnya menghasilkan manusia yang sempurna (insan kamil). Pakar pendidikan Islam, misalnya Ahmad Tafsir (2008: 124-125) mengingatkan bahwa pendidikan kita masih sanggup menghasilkan koruptor, masih menghasilkan lulusan yang suka memaksakan kehendak, suka narkoba, tawuran, dan lain-lainnya. Kegagalan pendidikan kita
terutama pada pendidikan akhlak. Pendidikan akhlak mestinya menjadi core pendidikan nasional. Kitab suci al-Quran merupakan kalamullah (firman Allah) yang kebenarannya bersifat mutlak dan universal, ditujukan untuk seluruh umat manusia sebagai pedoman hidup (way of life). Harus diakui, walaupun al-Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia dalam berbagai aspeknya, terutama aspek pendidikan, namun petunjuk tersebut masih bersifat global,
sehingga perlu pengkajian lebih lanjut melalui proses penafsiran. Penafsiran tentang ayat-ayat pendidikan (tafsir tarbawi) diharapkan mendapat pemahaman tentang pendidikan dalam Islam. Salah satu ayat al-Quran yang mengandung nilai-nilai pendidikan, khususnya tentang pendidikan akhlak, adalah pada QS. Luqman: 13-15. Dalam QS. Luqman: 13-15 terdapat larangan dan dan perintah Allah. Larangan-Nya yaitu tidak melakukan kemusyrikan kepada-Nya. Perintah-Nya yaitu kewajiban untuk berbakti dan berbuat baik kepada kedua tua. Mengingat QS. Luqman: 13-15 berbicara tentang pendidikan akhlak, maka perlu pengkajian lebih lanjut bagaimana pendidikan akhlak dalam perspektif QS. Luqman: 13-15. Hasil Pengkajian QS. Luqman: 13-15 diharapkan dapat mengetahui apa materi, metode, dan tujuan pendidikan akhlak.
References
Al-Maraghy, Ahmad Mushthafa. 1989. Tafsir al-Maraghi Jilid 21, Terj. Bahrun Abubakar, dkk, Semarang: CV. Toha Putra.
Amin, Ahmad. 1995. Etika (Ilmu Akhlak), Terj. Farid Ma’ruf, Jakarta: PT Bulan Bintang,
An-Nawawi, Yahya bin Syaraf. 2004. Riyadhus Shalihin, Terj. Muslich Shabir, Semarang: PT Karya Toha Putra,
Arifin, Bey. 1994. Mengenal Tuhan, Surabaya: PT Bina Ilmu Offset.
Ar-Rifa’i, Muhammad Nasib. 2009. Kemudahan dari Allah: Ringkasan Tafsir Ibn Katsir, Terj. Syihabuddin, Jakarta: Gema Insani
Bil Qisthi, Aqis. 2005. Birrul Walidain: Sorga di Bawah Telapak Kaki Ibu, Surabaya: Bintang Usaha Jaya.
Gojali, Nanang. 2004. Manusia, Pendidikan, dan Sain: Dalam Perspektif Tafsir Hermeneutik, Jakarta: PT Rineka Cipta.
Mahalli, A. Mudjab, 2002. Asbabun Nuzul: Studi Pendalaman al-Quran Surah al-Baqarah – An-nas, Cet. 1, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Miskawaih, Ibn. 1998. Menuju Kesempurnaan Akhlak, Terj. Helmi Hidayat, Cet. IV, Bandung: Mizan.
Nashih Ulwan, Abdullah. 1992. Pendidikan Anak Menurut Islam: Kaidah-Kaidah Dasar, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Purwanto, Ngalim. 2002. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, Cet. 14, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Putra Daulay, Haidar. 2004. Pendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia,Jakarta: Kencana.
Qutb, Sayyid. 2005. Tafsir Fi Zhilalil Quran Jilid 9, Terj. As’ad Yasin, dkk, Cet. II, Jakarta: Gema Insani.
Shihab, M. Quraish. 2005. Tafsir al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Quran, Cet. III, Tangerang: Lentera Hati.
Syah, Muhibbin. 2004. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Cet. 19, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.



