Cross-border
https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/Cross-Border
Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Baraten-USCross-border2615-3165INTEGRASI PERIKANAN LINTAS BATAS DALAM EKONOMI PERBATASAN ARUK: OPTIMALISASI EKSPOR, PENGUATAN COLD STORAGE DAN SINERGI PERDAGANGAN MALAYSIA UNTUK KETAHANAN PANGAN REGIONAL
https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/Cross-Border/article/view/5213
<p>Penelitian ini menganalisis integrasi sektor perikanan lintas batas dalam penguatan ekonomi kawasan perbatasan Aruk. Fokus kajian mencakup potensi ekspor hasil tangkapan laut, pengembangan fasilitas cold storage sebagai infrastruktur logistik, serta sinergi perdagangan dengan Malaysia dalam kerangka ketahanan pangan regional. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis kebijakan dan penguatan data sekunder dari laporan BPS, KKP, dan dokumen perdagangan lintas batas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Aruk memiliki potensi besar sebagai simpul distribusi hasil perikanan Kalimantan Barat menuju pasar Malaysia, terutama wilayah Kuching dan Serian. Namun, keterbatasan cold chain system dan belum optimalnya koordinasi lintas lembaga menjadi hambatan struktural. Integrasi ekonomi perikanan lintas batas berpotensi memperkuat ketahanan pangan regional apabila didukung penguatan kelembagaan, investasi infrastruktur pendinginan, dan harmonisasi regulasi perdagangan bilateral Indonesia–Malaysia.</p>Ruli Yananda Oscar Hutagaluh Desi Yuniarti
Copyright (c) 2026 Ruli Yananda , Oscar Hutagaluh , Desi Yuniarti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-222026-01-229118Peran Pemerintahan Desa Dalam Melakukan Pendataan Kependudukan Terhadap Pindah Datang Penduduk Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sambas Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan di Desa kartiasa
https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/Cross-Border/article/view/5519
<p>Seiring dengan adanya perda kabupaten sambas tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan, peran pemerintahan desa merupakan awal yang penting untuk menentukan berhasil atau tidaknya suatu pendataan kependudukan terhadap pindah datang penduduk. Pemerintahan desa mempunyai kewajiban dalam melakukan pendataan kependudukan yang berhubungan dengan data kependudukan, yang mana data kependudukan ini berkaitan dengan data perseorangan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: bagaimana peran pemerintahan desa dalam melakukan pendataan kependudukan terhadap pindah datang penduduk berdasarkan peraturan daerah kabupaten sambas nomor 4 tahun 2010 di desa kartiasa, dan bagaimana kendala pemerintahan desa dalam melakukan pendataan kependudukan terhadap pindah datang penduduk di desa kartiasa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris, yaitu dilakukan terhadap keadaan sebenarnya atau keadaan nyata di lapangan dengan disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif, yaitu penelitian dengan cara mengumpulkan data yang memungkinkan peneliti menghasilkan data deskriptif mengenai realita lapangan yang sedang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian bahwa peran pemerintahan desa dalam melakukan pendataan kependudukan terhadap pindah datang penduduk sudah cukup berperan dengan baik sesuai dengan pasal 12 ayat (3) perda no.4 tahun 2010 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan. hal ini dapat dilihat dari ikut berperannya Ketua RT dalam mendata penduduk yang masuk ke Desa Kartiasa.</p>Nurhaliza Zarul ArifinAzmi
Copyright (c) 2026 Nurhaliza , Zarul Arifin, Azmi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-112026-02-1191919EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENDIDIKAN POLITIK DALAM PEROLEHAN SUARA PARTAI GOLKAR PADA PEMILU LEGISLATIF DI KABUPATEN SAMBAS TAHUN 2024
https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/Cross-Border/article/view/5520
<p>Penelitian ini mengkaji efektivitas pelaksanaan pendidikan politik Partai Golkar dalam mempengaruhi perolehan suara pada Pemilu Legislatif di Kabupaten Sambas Tahun 2024. Indonesia sebagai negara demokrasi menempatkan partai politik sebagai pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Seiring berkembangnya sistem demokrasi, pendidikan politik menjadi faktor penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Partai Golkar sebagai salah satu partai terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab memberikan pendidikan politik yang efektif. Namun, perolehan suara Golkar di Kabupaten Sambas mengalami penurunan dari 33.817 suara pada tahun 2019 menjadi 31.784 suara pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, mengkaji Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik serta kondisi lapangan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan politik telah berjalan secara formal namun belum efektif mempengaruhi perilaku pemilih. Faktor penghambat mencakup keterbatasan sumber daya, rendahnya kesadaran politik masyarakat, strategi komunikasi yang belum optimal, dan fragmentasi Dapil.</p>NilhakimWiwin GuantiReno
Copyright (c) 2026 Nilhakim, Wiwin Guanti, Reno
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-102026-03-10912032IMPLIKASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN SAMBAS NOMOR 4 TAHUN 2004 TENTANG LARANGAN PERJUDIAN DALAM DAERAH TERHADAP JUDI ONLINE DIKALANGAN REMAJA DESA TANJUNG KERACUT KECAMATAN TELUK KERAMAT
https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/Cross-Border/article/view/5527
<p>Fenomena judi online di kalangan remaja telah menjadi permasalahan sosial yang serius, termasuk di wilayah pedesaan seperti Desa Tanjung Keracut, Kabupaten Sambas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sambas Nomor 4 Tahun 2004 tentang Larangan Perjudian dalam Daerah terhadap keterlibatan remaja dalam judi online, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis sosiologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Kepala Desa, Kepolisian (Bhabinkamtibmas/Babinsa), dan remaja pelaku judi online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perda Nomor 4 Tahun 2004 memiliki implikasi yang terbatas dan tidak langsung terhadap perilaku judi online remaja. Perda ini berfungsi sebagai payung hukum umum untuk upaya preventif (sosialisasi dan pembinaan moral) dan koordinasi antar lembaga. Namun, Perda ini tidak efektif sebagai alat penegakan hukum represif karena adanya kesenjangan regulasi (tidak spesifik menyebut judi online), sifat judi online yang transnasional dan tersembunyi, serta ketidaktahuan/ketidakrelevanan Perda di mata remaja. Faktor penghambat utama meliputi kemudahan akses internet, rendahnya literasi digital orang tua, kurangnya pengawasan efektif, dan daya tarik ilusi "cepat kaya." Disimpulkan bahwa diperlukan revisi Perda agar lebih adaptif terhadap teknologi digital dan penguatan program literasi digital serta kegiatan positif sebagai upaya pencegahan yang komprehensif.</p>Warini Ebriani Zarul Arifin Nursyamsiah
Copyright (c) 2026 Warini Ebriani , Zarul Arifin , Nursyamsiah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-132026-03-13913339IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 PASAL 68 AYAT 4 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN TERHADAP PENGENDARA SEPEDA MOTOR YANG MENGGUNAKAN PLAT MOTOR ILEGAL: STUDI DI UNIT LAKA LANTAS POLRES SAMBAS
https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/Cross-Border/article/view/5528
<p>Penelitian ini dilatar belakangi pelanggaran pemakaian plat motor ilegal setiap tahunnya menunjukkan bahwa pelanggaran pemakaian plat motor ilegal saat berkendara di wilayah Kota Sambas semangkin banyak ditandai dengan banyaknya kios-kios pembuatan plat motor berdasarkan hitungan saya ada 2- 4 kios-kios bebas tanpa adanya penilangan dari pihak kepolisian,itu sudah melanggar peraturan Undang-Undang,karena seharusnya pembuatan plat motor itu diterbitkan oleh peraturan kepolisian sehingga menunjukan bahwa masyarakat menggunakan plat motor ilegal. Adapun fokus masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana Implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap pengendara sepeda motor yang menggunakan Plat motor ILegal di Wilayah Hukum Satlantas Polres Sambas. Apa faktor Pendukung dan Penghambat dalam Implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap pengendara sepeda motor yang menggunakan Plat motor Ilegal di Wilayah Hukum Satlantas Polres Sambas. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan konteks melalui pengumpul data dari lapangan serta berinteraksi secara langsung dengan para informan, dan pendekatan yang di gunakan adalah normatif empiris. Sumber data penelitian adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi yaitu teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan: Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 68 ayat (4) tentang penggunaan TNKB oleh Satlantas Polres Sambas telah berjalan melalui razia, tilang, dan sosialisasi, namun belum optimal karena rendahnya kesadaran hukum masyarakat, keterbatasan personel, serta adanya TNKB ilegal. Faktor pendukung berupa upaya preventif, edukatif, dan dukungan lintas instansi, sedangkan faktor penghambat meliputi kendaraan tidak balik nama, maraknya modifikasi, serta luasnya wilayah hukum. Oleh karena itu, diperlukan konsistensi penegakan hukum yang preventif, represif, dan humanis, dukungan pemerintah daerah, serta kesadaran masyarakat untuk meminimalisir penggunaan TNKB ilegal.</p>Indi Tehedi Arpiati
Copyright (c) 2026 Indi , Tehedi , Arpiati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-262026-03-26914052ANALISIS PRAKTIK UJRAH PADA JASA MESIN PANEN PADI COMBINE HARVESTER PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Desa Malek Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas)
https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/Cross-Border/article/view/5530
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik Ujrah (upah) pada penggunaan jasa mesin panen padi Combine Harvester di Desa Malek, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, dalam perspektif hukum Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis empiris melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Ujrah telah memenuhi rukun dan syarat akad, seperti adanya para pihak, objek jasa yang jelas, serta kesepakatan upah di awal. Namun, masih terdapat kendala berupa keterlambatan pembayaran dan tidak adanya pencatatan tertulis yang berpotensi menimbulkan sengketa. Secara hukum Islam, praktik tersebut tetap sah, tetapi perlu perbaikan dalam aspek administrasi dan ketepatan pembayaran untuk menghindari unsur gharar dan dharar. Dengan demikian, praktik Ujrah jasa Combine Harvester di Desa Malek pada umumnya telah sesuai dengan prinsip hukum Islam, meskipun memerlukan peningkatan kesadaran hukum dan pengelolaan yang lebih baik.</p>YogandiZarul ArifinHasiah
Copyright (c) 2026 Yogandi, Zarul Arifin, Hasiah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-04-022026-04-02915360Implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat Di Unit Pengumpul Zakat (Studi Di Desa Galing Kecamatan Galing Kabupaten Sambas)
https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/Cross-Border/article/view/5531
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariah serta peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Galing, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, memiliki peran strategis dalam pengumpulan dan penyaluran zakat kepada delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam Al-Qur’an dan peraturan terkait. Namun, praktik di lapangan memerlukan kajian mendalam untuk menilai kesesuaian dengan regulasi dan prinsip akuntabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 di UPZ Desa Galing, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan strategi peningkatan profesionalisme pengelolaan zakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosiologis-empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus UPZ, Kepala Desa, amil zakat desa, muzakki, penerima zakat, dan masyarakat terkait. Data sekunder dikumpulkan dari literatur, peraturan, dokumen resmi, dan foto kegiatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui perpanjangan observasi dan triangulasi teknik maupun sumber. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran yang jelas mengenai tingkat kesesuaian pelaksanaan pengelolaan zakat di UPZ Desa Galing dengan ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku, serta menawarkan rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas, akuntabilitas, dan pemerataan penyaluran zakat di wilayah tersebut.</p>Zainal Amaluddin AzmiMaliya
Copyright (c) 2026 Zainal Amaluddin , Azmi, Maliya
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-04-262026-04-26916166 IMPLEMENTASI PERATURAN DESA TENTANG PERLINDUNGAN ANAK TERHADAP FENOMENA ANAK PUTUS SEKOLAH (Studi Kasus Di Desa Sebagu Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas Terhadap Anak Yang Putus Sekolah Pada Tahun 2024)
https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/Cross-Border/article/view/5642
<p>Penelitian ini mengkaji implementasi Peraturan Desa Nomor 14 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 18 ayat (2), dalam mengatasi fenomena anak putus sekolah di Desa Sebagu, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas pada tahun 2024. Fenomena anak putus sekolah masih terjadi meskipun telah diberlakukan peraturan desa yang mewajibkan orang tua menyekolahkan anak hingga menyelesaikan wajib belajar 12 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yuridis empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala desa, orang tua atau wali, serta anak yang putus sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi peraturan desa tentang perlindungan anak belum berjalan secara optimal, dibuktikan dengan masih adanya 28 anak yang putus sekolah pada tahun 2024. Implementasi masih bersifat normatif, belum didukung oleh sistem pengawasan yang kuat dan sanksi yang tegas. Faktor penghambat utama meliputi kondisi ekonomi keluarga, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan, tidak adanya sanksi tegas, lemahnya pengawasan, kurangnya koordinasi antar pihak, serta faktor sosial budaya. Adapun faktor pendukung meliputi adanya dasar hukum yang jelas, upaya sosialisasi pemerintah desa, program bantuan sosial seperti PKH, serta meningkatnya kesadaran sebagian masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan upaya yang lebih komprehensif dan berkelanjutan dari pemerintah desa dan pihak terkait agar implementasi peraturan desa dapat berjalan lebih efektif dalam melindungi hak pendidikan anak.</p>Debi YolandaKarmanWiwin Guanti
Copyright (c) 2026 Debi Yolanda, Karman, Wiwin Guanti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-04-272026-04-27916778IMPLEMENTASI PASAL 14 UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2005 TENTANG GURU DAN DOSEN DALAM PENGGUNAAN APLIKASI SISTEM INFORMASI DAN ADMINISTRASI GURU AGAMA (SIAGA) (Studi Guru Pendidikan Agama Islam Pralansia di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas)
https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/Cross-Border/article/view/5648
<p>Penelitian ini membahas implementasi Pasal 14 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dalam penggunaan aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama (SIAGA) pada guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pralansia di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara ketentuan normatif mengenai pemenuhan hak guru dengan realitas pelaksanaan administrasi berbasis digital, mengingat terdapat 217 guru PAI pralansia di Kabupaten Sambas yang menghadapi keterbatasan literasi digital dalam mengoperasikan aplikasi SIAGA. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: (1) bagaimana pelaksanaan aplikasi SIAGA dalam pemenuhan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen di Kementerian Agama Kabupaten Sambas; dan (2) faktor-faktor apa saja yang memengaruhi implementasi aplikasi SIAGA oleh guru PAI pralansia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif dan pendekatan hukum empiris. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan keabsahan data diuji melalui perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan aplikasi SIAGA telah berjalan dan memberikan kontribusi terhadap pemenuhan hak serta kewajiban guru sebagaimana diatur dalam Pasal 14, khususnya dalam pengelolaan data guru, sertifikasi, dan pencairan tunjangan profesi. Meskipun demikian, implementasinya pada guru PAI pralansia belum sepenuhnya optimal karena masih ditemukan kendala berupa rendahnya literasi digital, faktor usia, keterbatasan perangkat, kualitas jaringan internet, serta kompleksitas penggunaan aplikasi. Berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edward III, aspek komunikasi, disposisi, dan struktur birokrasi telah terlaksana cukup baik, sementara faktor sumber daya masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendampingan, pelatihan teknis berkelanjutan, penyederhanaan panduan penggunaan aplikasi, serta peningkatan sarana dan prasarana agar implementasi SIAGA dapat mendukung pemenuhan hak guru secara lebih optimal, efektif, dan berkeadilan.</p>HasiahMiswindaAnggi Susanti
Copyright (c) 2026 Hasiah, Miswinda, Anggi Susanti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-04-282026-04-28917991