Tarbiya Islamica
https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/TarbiyaIslamica
<p><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/13427"><img src="/public/site/images/pusdatin/sinta5_Pola2.jpg" width="280" height="86"></a></p> <p>Tarbiya Islamica is an Islamic education journal published by the Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Islamic Institute, with numbers <strong>E-ISSN 2745-4673</strong>, and <strong>P-ISSN 2303-3819</strong>. This journal publishes research articles, conceptual articles, field study reports, and book reviews about Islamic education. The scope of published texts includes management of Islamic education, evaluation of Islamic education, curriculum of Islamic educational institutions, non-formal and informal education from an Islamic perspective, Al-Quran studies related to education, and themes related to general education. These journal articles are published every six months, namely in June and December.</p>Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambasen-USTarbiya Islamica 2303-3819Peran Pengawas dalam Menumbuhkan Relegiusitas Pada Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Musi Banyuasin
https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/TarbiyaIslamica/article/view/4864
<p>Religiusitas merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena mendukung perkembangan moral, spiritual, etika, sekaligus kompetensi akademik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran pengawas sekolah dalam menumbuhkan religiusitas di SMK di Kabupaten Musi Banyuasin. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, dan peserta didik sebagai informan utama. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawas sekolah memiliki peran strategis melalui tiga dimensi utama. Pertama, supervisi akademik yang mendorong integrasi nilai-nilai religius dalam setiap mata pelajaran sehingga pembelajaran tidak hanya menekankan aspek kognitif tetapi juga penguatan karakter spiritual peserta didik. Kedua, fasilitasi peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, workshop, dan pendampingan terkait pengembangan materi pembelajaran yang mengedepankan akhlak dan etika. Ketiga, penguatan komunitas belajar berbasis nilai religius, meliputi pembiasaan kegiatan keagamaan, program mentoring, dan aktivitas ekstrakurikuler yang menanamkan spiritualitas. Peran pengawas ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif bagi pengembangan religiusitas peserta didik, meningkatkan motivasi guru dalam menanamkan nilai moral, serta mendorong kolaborasi warga sekolah dalam membangun budaya religius. Temuan penelitian menegaskan bahwa pengawas sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pengawas administratif tetapi juga sebagai fasilitator pedagogis dan moral, sehingga memberikan implikasi penting bagi praktik supervisi pendidikan di SMK serta pengembangan karakter peserta didik secara holistik.</p>Asti Triasih
Copyright (c) 2026 Tarbiya Islamica
2026-02-132026-02-131401011410.37567/ti.v14i01.4864INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK SELF-CONTROL SISWA TERHADAP DAMPAK NEGATIF MEDIA SOSIAL
https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/TarbiyaIslamica/article/view/5040
<p><em>The expansion of social media among adolescents has introduced complex challenges to the stability of self-control. This study aims to analyze the process of internalizing Islamic Education (PAI) values as an instrument for strengthening students’ self-control at SMP Negeri 3 Rancaekek in navigating the negative impacts of social media. A qualitative approach with a phenomenological method was employed. Primary data were gathered through in-depth interviews with students, complemented by participant observation and documentation studies to capture a comprehensive portrait of the subjects’ lived experiences. The findings indicate that the internalization of Islamic values within the school transcends mere cognitive understanding, transforming into a spiritual consciousness that functions as a digital ethical filter. Students conceptualize Islamic teachings as a foundational framework for self-regulation in managing social media usage duration and maintaining communication etiquette in cyberspace. The efficacy of this process is significantly bolstered by the role of PAI teachers as exemplary figures (uswah hasanah) and the support of the school ecosystem through religious extracurricular activities that foster a culture of mutual moral guardianship (tashiyah). This research underscores that reinforcing religiosity through Islamic Education contributes substantially to the formation of mental resilience and digital ethics among students amidst the dynamic flow of social media information.</em></p>Cindri CandrikaMuhammad Saepul UlumDelis Sri Maryati
Copyright (c) 2026 Tarbiya Islamica
2026-02-232026-02-231401152610.37567/ti.v14i01.5040