Berian sebagai Nafkah kepada Calon Isteri Perspektif Mazhab Syafi’i (Studi Kasus di Tenom, Sabah Malaysia)
Abstract
This study examines the practice of giving gifts or pulut by prospective husbands to prospective wives during the engagement period among the Muslim community in Tenom, Sabah, Malaysia. This practice has become deeply rooted as part of a social tradition that is considered an unwritten obligation, whereby the male party gives a certain amount of money every month from the time the proposal is accepted until the wedding day arrives. The amount varies according to family agreement, ranging from RM 300 to RM 1,000 per month, with the duration of the gift ranging from seven months to over a year. This phenomenon raises questions about the legal status of the down payment in the context of Islamic law, as well as its social impact on the prospective bride and groom. This study uses an empirical legal method with a field research approach. Primary data was obtained through in-depth interviews and direct observation of prospective grooms, prospective brides, families, traditional leaders, and religious leaders. Secondary data was collected from Islamic legal literature, Malaysian legislation, and related academic sources. Data analysis was conducted qualitatively by grouping findings based on main themes, namely the form of implementation, public perception, and Islamic legal views on the practice. The results of the study show that the public considers the down payment as a symbol of the prospective husband's seriousness and moral responsibility, but this practice can become a heavy financial burden, leading to marriage cancellations or elopements. In Islamic law, gifts given during the engagement period do not fall under the categories of dowry or maintenance, but are more appropriately categorized as gifts or customary practices permitted as long as they do not contradict Islamic law. The research discussion emphasizes the need for community education to ensure that this custom is carried out voluntarily and proportionally, so as not to hinder the purpose of marriage that is pleasing to Allah SWT.
References
Abdullah, R., & Setiana, T. (2016). Prinsip-prinsip Keadilan Wanita dalam Islam: Sebuah Kajian Pra-nikah. Jurnal Bimas Islam, 9(11), 376.
Aini, S. (2024). Sakralitas Pernikahan dalam Cahaya Al-Qur’an. Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir, 5(2), 74.
al-Zuhaili, M. M. (2006). Al-Qawā’id al-Fiqhīyah wa Tathbīqātuhā fī al-Madhāhib al-Arba‘ah. Dar al-Fikr. https://shamela.ws/book/21786/251
Beddu, M. J., Mas’ari, A., & Yanti, N. (2024). Mahar Dalam Tinjauan Hukum Islam: Sebuah Instrumen Perlindungan Hak-Hak Perempuan Dalam Pernikahan. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan, 21(1), 480.
Efendi, J., & Rijadi, P. (2022). Metode Penelitian Hukum Normatif dan Empiris (2 ed.). Kencana.
Fauzi, A. (2020). Standar Pemberian Mahar Minimal Pada Perkawinan Dalam Tinjauan Hukum Islam (Studi Pada Masyarakat Adat Ogan Kecamatan Bumiratu Nuban Lampung Tengah). Jurnal Hukum Islam Nusantara, 3(2), 10.
Hanif, H. A., & Yunita, Y. I. (2023). Derajat Mahar Dalam Proses Perkawinan Tinjauan Fikih Munakahat. Al-Mawarid: Jurnal Syari’ah dan Hukum, 5(1), 20.
Hayati, Y., & Febiana, F. (2023). Pembatalan Peminangan Akibat Adanya Adat Pulang Bainduok Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Sungai Liti Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar). Indo Green Journal, 1(4), 199.
Hidayah, N. (2020). Implementasi Ayat 32 dan 33 Surat An-Nur Tentang Penyegeraan dan Penundaan Pernikahan. Isti’dal: Jurnal Studi Hukum Islam, 7(1), 49.
Huda, M., & Evanti, N. (2018). Uang Panaik Dalam Perkawinan Adat Bugis Perspektif ‘Urf (Studi Kasus di Kelurahan Batu Besar Kecamatan Nongsa Kota Batam). Jurnal Hukum Keluarga Islam, 3(2), 146.
Ibrahim, D. (2019). Al-Qawa’id Al-Fiqhiyah (Kaidah-Kaidah Fiqih). Noerfikri.
Ikhwan, Muh. (2020). ADAT UANG HANTARAN NIKAH DI DESA LAMAKERA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM [Undergraduate, UII]. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/29045
Indonesia, D. A. R. (2006). Al-Qur‟an dan Terjemahannya. Pusaka Agung Harapan.
Indonesia, D. A. R. (2009). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Fitrah Rabbani.
Latupono, B. (2021). Kajian Yuridis Tentang Kewajiban Mantan Suami Menafkahi Mantan Istrinya Pasca Perceraian. Bacarita Law Journal, 1(2), 65.
Mahmud, A. F. bin. (2025, Mei 31). Mekanisme Praktik Pemberian Uang Muka Kepada Calon Istri [Wawancara di Kota Tenom].
Malibary, A. Z. (2004). Fath Al-Mu’min. Al-Jaffan & Al-Jabi.
Muthalib, S. A. (2022). Pemenuhan Nafkah Bagi Keluarga Jamaah Tabligh di Montasik Aceh Besar. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 5(1), 83.
Regina, N., & Ashari, W. S. (2024). Adab Ta’aruf dan Kriteria Dalam Memilih Pasangan (Studi Tokoh Muhammad Abduh Tuasikal). Sangaji: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum, 8(1), 100.
Rosli, F. I. bin. (2025, Juni 1). Tekanan Psikologis Menjadi Dampak Negatif Terhadap Kewajiban Pemberian Uang Muka kepada Calon Istri [Wawancara di Kota Tenom].
Rosyda. (t.t.). Pengertian Uang Muka: Fungsi, Keuntungan, dan Cara Kerjanya. Gramedia Blog. Diambil 15 Juni 2025, dari https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-anuitas/
Rozali, I. (2017). Konsep Memberi Nafkah bagi Keluarga dalam Islam. Intelektualita, 6(2), 197.
Sahrozi, A. (2022). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pemenuhan Nafkah Lahir dan Batin Pada Perkawinan Lanjut Usia. Jurnal Dinamika, 3(2), 133.
Salimin, & Amirullah, B. (2025). Hak-Hak dan Kewajiban Suami Istri Dalam Perspektif KH. Muhammad Basthami Tibyan. Dirosat: Journal of Islamic Studies, 10(1), 45.
Salleh, Moh. F. bin. (2025, Mei 31). Tekanan Ekonomi Akibat Pemberian Uang Muka [Wawancara di Kota Tenom].
Salma, Aliya, K., & Yunita, M. (2018). Tradisi Pemberian Piti Balanjo Pada Perempuan Dalam Masa Pinangan di Nagari Manggilang. Palastren, 11(2), 278.
Saputra, M. D., & Muhammad. (2023). Fenomena Childfree Dalam Pernikahan Perspektif Para Tokoh Nahdatul Ulama Kabupaten Subang. Bustanul Fuqaha: Jurnal Bidang Hukum Islam, 4(3), 356.
Sunarno, A., Dewi, A., Sitorus, D. R., Supriyani, E., & Handriani, M. (2023). EKSISTENSI UANG JUJURAN DALAM PERNIKAHAN ADAT BANJAR: Perspektif Tokoh Agama Dan Generasi Muda. Jurnal Ilmiah Muqoddimah : Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora, 7(2), 414–419. https://doi.org/10.31604/jim.v7i2.2023.414-419
Suyuti, M. (2021). Pandangan Tokoh Masyarakat Pada Perilaku Pasangan Calon Pengantin Selama Masa Khitbah di Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Rechtenstudent, 2(2), 163.
Syamsi, A., Musthofa, M. A., Dewi, H., Wulandari, T., & Pitri, A. (2025). Praktik Keharusan Menyumbang dalam Hajatan Pernikahan Perspektif Hukum Islam di Desa Pematang Rahim Kecamatan Mendahara Ulu. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(2), 955–961. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1311
Ulama’, M. M. (1983). Mausu’ah Fiqhiyyah Al-Quwaitiyah (Vol. 42). Wizarah Aukaf Wasy-Syu’un Al-Islamiyah.
Widyawati, T. (2024). Analisis Hukum Islam Terhadap Transaksi Jual Beli Dengan Sistem Pre-Order Album K-Pop Secara Online di Shopee [Skripsi]. IAIN Ponorogo.
Zulkarnain, M. H. bin. (2025, Juni 1). Kesulitan Calon Pengantin Pria Terhadap Pemenuhan Pemberian Uang Muka kepada Calon Istri [Wawancara di Kota Tenom].
Copyright (c) 2025 Mohamad Farid Adam Bin Morti, Fatimah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





.png)


