Perlindungan Hak Anak Hasil Perkawinan Campuran

Analisis Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No.495/PDT/2020/PT DKI Perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah

  • Muhammad Mursyid Al Fikri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Iwan Iwan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
Keywords: Mixed Marriage, Child Protection, maqāṣid al-syarī‘ah

Abstract

This study examines the protection of the rights of children from mixed marriages through the analysis of the Jakarta High Court Decision No. 495/Pdt/2020 using the Maqashid Sharia approach, aiming to understand the application of Sharia principles in determining child custody, especially concerning citizenship and emotional bonds for the child's welfare. The method used is normative juridical with a legislative and case approach, qualitative in nature, focusing on legal reasoning based on principles, doctrines, theories, and applicable legal norms, with data collected through literature studies including primary sources such as the Civil Code, Citizenship Law, Marriage Law, court decisions, secondary materials like books and journals, and tertiary sources such as legal dictionaries and encyclopedias. Descriptive analytical analysis is systematically conducted to describe and analyze the substance of legal protection for children from mixed marriages. The study results show that the application of Maqashid Sharia in the decision emphasizes the importance of protecting citizenship and maintaining the emotional relationship between the child and parents, reflecting a harmonization between positive law and Sharia principles to ensure the best rights and welfare for the child.

References

Al Amin, M. N. K. (2017). Perkawinan Campuran Dalam Kajian Perkembangan Hukum: Antara Perkawinan Beda Agama Dan Perkawinan Beda Kewarganegaraan Di Indonesia. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 9(2), 211–220. https://doi.org/10.14421/ahwal.2016.09206

Azizy, Qodri. (2003). Reformasi Bermazhab: Sebuah Ikhtiar Menuju Ijtihad Saintifik Modern. Teraju.

Busyro. Maqashid Al-Syariah Pengetahuan Mendasar Memahami Maslahah, pertama. (Jakarta Timur: Kencana, 2019)

Dewi, A. S., & Syafitri, I. (2022). Analisis Perkawinan Campuran Dan Akibat Hukumnya. Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan), 5(1), 179–191. https://doi.org/10.33395/juripol.v5i1.11323

Efendi, J., & Prasetijo Rijadi. (2016). Metode Penelitian Hukum Normatif dan Empiris (2nd ed.). Jakarta: Kencana.

Faizzati, S. D. (2024). Hak Asuh Anak (Hadhanah) bagi Ibu yang Menikah lagi Prespektif Maqashid Syari’ah. Afkaruna: International Journal of Islamic Studies (AIJIS), 1(2), 278–293. https://doi.org/10.38073/aijis.v1i2.2471

Fauzi, R. (2018). Perkawinan Campuran Dan Dampak Terhadap Kewarganegaraan Dan Status Anak Menurut Undang-Undang Di Indonesia. Soumatera Law Review, 1(1), 153. https://doi.org/10.22216/soumlaw.v1i1.3395

Fitri, A. N., Riana, A. W., & Fedryansyah, M. (2015). Perlindungan Hak-hak Anak Dalam Rangka Upaya Pemenuhan Hak Anak. Prosiding Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 45–50.

Fitriani, R. (2016). Peranan Penyelenggara Perlindungan Anak Dalam Melindungi Dan Memenuhi Hak-Hak Anak. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 11(2), 250–358.

Hidayat, T., & Laia, H. K. (2025). Implikasi Hukum Terhadap Anak dari Perkawinan Campuran dan Terhadap Hak Kewarganegaraan di Indonesia. Locus Journal of Academic Literature Review, 4(3), 126–134.

Hifni, M., & Asnawi, A. (2021). Problematika Hak Asuh Anak Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif. Jurnal Res Justitia: Jurnal Ilmu Hukum, 1(1), 39–57. https://doi.org/10.46306/rj.v1i1.4

Jamal, T., Halim, A., & Nurjaya, N. (2021). Perlindungan Hukum Terhadap Anak Yang Lahir Dari Perkawinan Campuran Dan Tinggal DiIndonesia. qawaninjih, 2(1). https://jurnal.fh.umi.ac.id/index.php/qawaninjih/article/view/351

Laba, I. N., Semara, I. M. T., & Tunjungsari, K. R. (2018). Dampak Terpaan Informasi Media Digital terhadap Perkembangan Pariwisata dan Perilaku Masyarakat Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 8(2), 177. https://doi.org/10.24843/JKB.2018.v08.i02.p11

Margono, M. (2014). Perlindungan Hukum Terhadap Anak Hasil Perkawinan Campuran Di Wilayah Kota Yogyakarta. Jurnal Jurisprudence, 4(1). https://doi.org/10.23917/jurisprudence.v4i1.4192

Marsella. (2015). Kajian Hukum Terhadap Anak Dari Perkawinan Campuran. Mercatoria, 8(2), 176–192.

Maulana, D. (2023). Telaah Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam Tentang Hadhanah. Posita: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.52029/pjhki.v1i01.133

Midia, F. G., Apriyana, D., Duta, A. A., & Melinda, N. (2023). Perkawinan Antara Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing dalam Melindungi Hak Perempuan dan Anak (Implementasi UU Nomor 12 TAHUN 2006 Tentang Kewarganegaraan RI). Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam, 3(1), 103. https://doi.org/10.32332/syakhshiyyah.v3i1.7075

Naswar, Maskun, Abdul Rahman, Muhammad Mutawalli Mukhlis, & Tia Ludiana. (2024). Status Anak dalam Perkawinan Campuran: Kewajiban Negara dan Implikasi Hukum Perlindungan Hak Anak. LITIGASI, 25(2), 101–129. https://doi.org/10.23969/litigasi.v25i2.17914

Presiden Republik Indonesia. (2002). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. https://doi.org/10.3390/nu12092836

Priandena, A. G. (2014). Perlindungan Hukum Bagi Anak yang Lahir dari Perkawinan Campuran. Jurnal Jurisprudence, 4, 15–23.

Putusan Nomor 46/Puu-Viii/2010. (2010).

Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No. 495/Pdt/2020/PT DKI (2020).

Rifda Zulfia. (2025). Perlindungan Hukum Pasca Perceraian Terhadap Kesejahteraan Anak Menurut Undang-Undang No 23 Tahun 2002 Dalam Perspektif Maqasid Syariah. 1–23.

Santoso. Agus. (2014). Hukum, Moral & Keadilan: Sebuah Kajian Filsafat Hukum. Jakarta: Kencana.

suriyani. (2020). Sistem Utang Piutang Dalam Pernikahan Masyarakat Kanang Kabupaten Polewali. 2, 1–9.

Syafrizal, S. (2023). Akibat Hukum Perkawinan Campuran antar Negara WNI dengan WNA terhadap Status Personal Anak. Warta Dharmawangsa, 17(3), 1069–1080.

Wahyu, S. (2020). Perlindungan Hukum Anak Dalam Perkawinan Campuran. Journal GEEJ, 7(2).

Widanarti, H. (2019). Tinjauan Yuridis Akibat Perkawinan Campuran terhadap Anak. Diponegoro Private Law Journal Review, 4(1), 447–452.

Yastika, I. W. I. S., Budiartha, I. N. P., & Ujianti, N. M. P. (2019). Akibat Hukum Perceraian Pada Perkawinan Campuran. Jurnal Analogi Hukum, 1(3), 390–395.

Zulkarnain, M. F. (2023). Metode Istimbath Hukum Imam Madzhab Tentang Hadhanah. Al-Gharra Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Islam, 1(1), 13–25. https://journal.almaarif.ac.id/index.php/algharra/article/view/162

Published
2025-11-07