Penerapan Keadilan dalam Penafsiran Unsur Pembuktian Tidak Sederhana Pada Pengembang (Developer) Selaku Debitor Pailit dalam Rangka Melindungi Kepentingan Hukum Kreditor

  • Vincent Hermawan Fakultas Hukum, Universitas Tarumanagara, Indonesia
  • Richard C. Adam Fakultas Hukum, Universitas Tarumanagara, Indonesia
Keywords: Bankruptcy, Simple Proof, Developer, Justice, Creditor, Debtor

Abstract

This study analyzes the application of justice in the interpretation of the not-simple proof element in developer bankruptcy cases to protect both debtor and creditor legal interests. Using normative legal research with conceptual and statutory approaches, the study finds a shift in court decisions from legal formalism to substantive justice, particularly since the issuance of Supreme Court Circular Letter No. 3 of 2023. This change effectively protects developers from premature bankruptcy, in line with legal theories of Radbruch and Aristotle and global trends of prioritizing business continuity. However, this shift paradoxically creates a legal dilemma for creditors, who lose access to a quick and efficient mechanism for debt settlement, thus compromising their legal certainty and benefits. This research concludes that a balance between protecting both parties is a crucial issue, and future studies should explore alternative dispute resolution mechanisms to ensure a more equitable and efficient legal system for all stakeholders.

References

Afdhali, D. R., & Syahuri, T. (2023). Idealitas Penegakan Hukum Ditinjau dari Perspektif Teori Tujuan Hukum. Collegium Studiosium Journal, 6(2), 555–561. https://doi.org/10.21009/csj.v6i2.40046

Amboro, F. Y. P. (2018). Lehman Brothers: Sebuah Pembelajaran Restrukturisasi bagi Indonesia. Journal of Judicial Review, 20(2), 217–234. https://doi.org/10.37253/jjr.v20i2.305

Andaru, D., & Adiwinarto, S. (2025). Pembuktian Tidak Sederhana Kepailitan Pengembang Apartemen di dalam SEMA 3 Tahun 2023. Indonesian Journal of Law and Justice, 3(1), 5–7.

Darmawan, D. D. (2025). Teori Keadilan John Rawls dalam Reformasi Penegakan Hukum di Indonesia. Dandapala. https://dandapala.com/article/detail/teori-keadilan-john-rawls-dalam-reformasi-penegakan-hukum-di-indonesia

Dedy Kurniadi & Co. (2024). Pembuktian Sederhana Dalam Permohonan PKPU terhadap Pengembang. https://dedykurniadi.com/pembuktian-sederhana-dalam-permohonan-pkpu-terhadap-pengembang/

Hukumonline. (2024). Developer Tak Bisa Dipailit/PKPU, SEMA 3/2023 Dinilai Halangi Hak Hukum Kreditur Cari Keadilan. https://www.hukumonline.com/berita/a/developer-tak-bisa-dipailit-pkpu--sema-3-2023-dinilai-halangi-hak-hukum-kreditur-cari-keadilan-lt663a1c8d0e1d8/

Kontan. (2021). Pailit yang Menerpa Pengembang Properti Rugikan Konsumen. Industri.Kontan.co.id. https://industri.kontan.co.id/news/pailit-yang-menerpa-pengembang-properti-rugikan-konsumen

Prameswari, A. R., Gultom, E., & Rahmawati, E. (2024). ANALISIS YURIDIS TERHADAP KUALIFIKASI PEMBUKTIAN SEDERHANA DALAM KASUS PAILIT DEVELOPER RUMAH SUSUN DITINJAU DARI SEMA NOMOR 3 TAHUN 2023 DAN UNDANG-UNDANG TENTANG KEPAILITAN DAN PKPU. ACTA DIURNAL Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 8(1), 99–115. https://doi.org/10.23920/acta.v8i1.1935

Puspaningsih, U. (2022). Tiga Aliran Konvensional tentang Tujuan Hukum. Pengadilan Agama Sidikalang. https://pa-sidikalang.go.id/artikel/3125-tiga-aliran-konvensional-tentang-tujuan-hukum

Putusan Nomor 2/Pdt.Sus-Pailit/2025/PN Niaga Jkt.Pst (PT. Long Coal Indonesia vs. Park Joung In) (2025). https://putusan3.mahkamahagung.go.id

Ramadhani, L. (2024). Keberlakuan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2023 dalam Pembatasan Permohonan Kepailitan atas Pengembang Apartemen [Skripsi]. Universitas Diponegoro.

Risquanty, C. D. (2022). Akibat Hukum Kepailitan bagi Pengembang Terhadap Pembeli (Konsumen) Satuan Rumah Susun (Apartemen). Jurnal Education and Development, 10(3), 34–38. https://doi.org/10.37081/ed.v10i3.3986

Sari, V. V. (2024). Pembuktian Sederhana dalam Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang bagi Pengembang Apartemen dan/atau Rumah Susun [Skripsi, Universitas Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta]. https://digilib.uin-suka.ac.id/

Soekanto, S. (2014). Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. RajaGrafindo Persada.

SP, M. A. H., Sunarmi, & Sukarja, D. (2019). Kajian Hukum Perbandingan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang di Indonesia dengan Restrukturisasi Utang di Amerika Serikat [Tesis, Universitas Sumatera Utara]. https://repositori.usu.ac.id/

Tambunan, B. R. L. (2024). Kepastian Hukum Bagi Konsumen Pembeli Unit Apartemen Akibat Terbitnya Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2023 Dalam Mengajukan Permohonan Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang [Skripsi]. Universitas Tarumanagara.

Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (2004).

Yatna, I. K. G. S. S., & Purwanti, N. P. (2020). Perbandingan Hukum Negara Indonesia dengan Hukum Negara Belanda Dalam Penyelesaian Perkara Sisa Hutang Debitor Pailit. Acta Comitas: Jurnal Hukum Kenotariatan, 5(1), 150–164. https://doi.org/10.24843/AC.2020.v05.i01.p12

Published
2025-12-07