Iqamah.Id: Media Aktivisme Kelompok Islam Inklusi Sebagai Ruang Aman Beragama

  • Stara Asrita Universitas Amikom Yogyakarta, Indonesia
Keywords: Iqamah, Media Aktivisme, Quuer Muslim

Abstract

Queer adalah salah satu isu yang masih dianggap tabu di Indonesia bahkan sering menjadi kelompok yang terdiskriminasi. Mereka membutuhkan tempat untuk saling menerima sehingga dibutuhkan media sebagai wadah aspirasi. Iqamah (Indonesian Queer Muslims and Allies) adalah komunitas yang dibentuk untuk menciptakan ruang aman beribadah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ruang aman seperti apa yang dibangun Iqamah melalui media aktivisme. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Teori yang digunakan adalah Media Aktivisme Christian Fuchs untuk menganalisis media-media apa saja yang digunakan Iqamah dalam membangun ruang aman beragama. Hasilnya Iqamah menggunakan Instagram, zoom dan zine sebagai media untuk membuat ruang aman bagi kelompok queer muslim beribadah. Kegiatan yang dilakukan yaitu Ngaji Inklusi dan Kursus seni. Selain itu, Iqamah juga melakukan gerakan sosial perubahan dengan komunitas lain di negara lain seperti Maruf Foundation, Balkan Queer Muslims, Quasa (Singapura), Desi Shia Queer Collective (India), Queer Muslim Network Toronto (Kanada), Queer Muslim Circle, Jummah for All Collective, Queer Muslim of Boston, Utah Queer Muslims, Noor Seattle dan Queer Muslim of Central Texas (Amerika Serikat).

References

Adihartono, W. (2020). ADAPTASI SOSIAL GAY MUSLIM INDONESIA TERHADAP AGAMA DAN KELUARGA. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 22(1), 103–114.
Ai. (2023, December 14). Sulitnya Jadi Ukhti Queer di Indonesia. Magdalene.
Alfita, Y. (2021, September 2). Berbincang dengan Gus Amar, Anak Kiai yang Menjadi Transpria. Major.
Annur, C. M. (2023, October 19). 10 Negara dengan Populasi Muslim Terbanyak Dunia 2023, Indonesia Memimpin!
Assifa, F. (2022, March 24). Kisah Amar Alfikar, Aktivis Transgender yang Kuliah di Inggris
Bailey, O. G., Cammaerts, B., & Carpentier, N. (2008). Understanding Media Alternative (1st ed., Vol. 1). Open University Press.
BBC. (2023, December 15). Surat edaran anti-LGBT di Fakultas Teknik UGM, pencegahan kekerasan dan hak LGBT di kampus jadi sorotan. Bbc.Com.
CRCS. (2023). Queering Interfaith Dialogue in Indonesia; Reimagining Inclusive Theology toward Diverse Faiths, Genders and Sexualities.
Faqih, A., & Itriyati, F. (2021). Menjadi Seorang Queer Muslim: Studi Life History Negosiasi Perubahan Identitas Gender Amar Alfikar di tengah Masyarakat Muslim [Skripsi]. Universitas Gadjah Mada.
Fuchs, C. (2010). Alternative Media as Critical Media. European Journal of Social Theory , 13(2), 173-. http://fuchs.uti.at
Kaharuddin. (2021). Kualitatif : Ciri dan Karakter Sebagai Metodologi. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Kualitatif, 9(1). http://journal.unismuh.ac.id/index.php/equilibrium
Lestada, B. (2019, March 28). Pengalamanku Sebagai Queer di Indonesia yang Punya Hubungan Rindu-Dendam Sama Kondangan. VICE.
Maimunah. (2014). UNDERSTANDING QUEER THEORY IN INDONESIAN POPULAR CULTURE: PROBLEMS AND POSSIBILITIES. In Jurnal Lakon (Vol. 3, Issue 1).
Moleong, L. J. (2015). Metode Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya.
MUI. (2014). FATWA MUI NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG LESBIAN, GAY, SODOMI, DAN PENCABULAN.
MUI. (2023). Sejarah MUI. Majelis Ulama Indonesia.
Mustofa. (2019). PERAN HASHTAG (#) DALAM MEDIA SOSIAL SEBAGAI UPAYA BRANDING PUSTAKAWAN. Libraria, 7(1).
Nurrubiyanti, Z. A., & Muslim, A. (2022). TRANSISI, EKSISTENSI, DAN SPIRITUALITAS TRANSPRIA: PENGALAMAN DAN ARGUMEN AMAR ALFIKAR. Musawa, 21(2), 187–200. https://doi.org/10.30983/alhurriyah.v5i2.3324
Pamungkas, D. (2023, July 5). Iqamah, sebagai Ruang Iman yang Aman. Qbukatabu.Org.
Putri, F. S. (2021, October 12). Pengalaman Transpria Muslim: Dari Kerudung ke Sarung, ‘Saya Bukan Perempuan’’.’ BBC News Indonesia.
Rizky, E. (2022, April 29). Mengulik Pandangan tentang Menjadi Muslim dan Queer. Qbukatabu.Org.
Sari, W. P. E. (2021). Sulitnya Orang Indonesia Menerima Kaum LGBT. Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies, 1(3), 259. https://doi.org/10.21460/aradha.2021.13.725
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kualitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Wulandari, R. A. (2018). IDENTITAS HOMOSEKSUAL DALAM NOVEL TIBA SEBELUM BERANGKAT KARYA FAISAL ODDANG (KAJIAN TEORI QUEER JUDITH BUTLER). Jurnal Sapala, 5(1), 1–15.
Yuantisya. (2022, May 11). Soal Penentangan LGBT, Sejuk: Banyak Kebijakan Diskriminatif untuk Komunitas Ini. Tempo.Co.
Zaharin, A. A. M., & Pallotta-Chiarolli, M. (2020a). Countering Islamic conservatism on being transgender: Clarifying Tantawi’s and Khomeini’s fatwas from the progressive Muslim standpoint. International Journal of Transgender Health, 21(3), 235–241. https://doi.org/10.1080/26895269.2020.1778238
Published
2025-05-19
How to Cite
Stara Asrita. (2025). Iqamah.Id: Media Aktivisme Kelompok Islam Inklusi Sebagai Ruang Aman Beragama. CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies, 7(1), 109-121. https://doi.org/10.37567/cbjis.v7i1.3823
Section
Articles