Pipikatan Sebagai Jembatan Penyelesaian Konflik Suami Isteri Dalam Adat Dayak Maanyan Kalimantan Tengah
Abstract
Penelitian ini menganalisis mekanisme pipikatan—proses mediasi adat Dayak Maanyan yang wajib ditempuh pasangan sebelum perceraian—serta dampaknya bagi ketahanan rumah tangga. Pendekatan hukum empiris dengan perspektif sosiologi hukum digunakan untuk memetakan tahapan mediasi, aktor adat yang terlibat, dan hasil akhir proses tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan wali/asbah, Damang, dan pasangan terlibat, serta telaah dokumen keputusan adat. Temuan utama menunjukkan bahwa pipikatan berlangsung bertingkat: dimulai di lingkup keluarga inti, dilanjutkan ke wali/asbah, dan berujung pada putusan Damang. Hasil mediasi berupa perdamaian—yang merevitalisasi relasi suami-istri—atau perceraian yang sah secara adat. Perceraian adat belum berkekuatan hukum negara, sehingga pasangan masih wajib mengajukan gugatan ke pengadilan agama untuk memperoleh legalitas formal. Kajian ini menegaskan peran strategis hukum adat sebagai mekanisme penyelesaian sengketa rumah tangga sekaligus menyoroti relasi dialektis antara norma adat dan sistem hukum nasional Indonesia.
References
Aswan, Muhammad, Marwah, Amaliyah, Andi Kurniawati, Ririn Nurfaathirany Heri, dan Heri Tahir. 2024. “Local Wisdom of the Lembang Mesakada Village Community in a Positive Legal Perspective in Indonesia.” Journal of Lifestyle and SDGs Review 5, no. 2 (Desember): e02663. https://doi.org/10.47172/2965-730X.SDGsReview.v5.n02.pe02663.
Djawas, Mursyid, dan Sri Astuti Abdul Samad. 2020. “Conflict, Traditional, and Family Resistance: The pattern of Dispute Resolution in Acehnese Community According to Islamic Law.” SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam 4, no. 1 (Juni): 65. https://doi.org/10.22373/sjhk.v4i1.5271.
Effrata. 2020. “Nyul.” Nyuli 1, no. 1: 58–73.
Fitri Habi, Nuraida, Robi’atul Adawiyah, Hermanto Harun, Ardian Kurniawan, dan Rusli Abdul Roni. 2024. “Prioritizing Restorative Justice in the Settlement of the Sumbang Besak Adultery Case in Babeko Village, Jambi.” El-Mashlahah 14, no. 2 (Desember): 343–60. https://doi.org/10.23971/el-mashlahah.v14i2.8030.
Hoehn-Velasco, Lauren, dan Jacob Penglase. 2021. “The Impact of No-Fault Unilateral Divorce Laws on Divorce Rates in Mexico.” Economic Development and Cultural Change 70, no. 1 (Oktober): 203–36. https://doi.org/10.1086/706826.
Resmini, Wayan, dan Abdul Sakban. 2019. “MEDIASI DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PADA MASYARAKAT HUKUM ADAT.” CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 6, no. 1 (Januari): 8. https://doi.org/10.31764/civicus.v6i1.625.
Roni Suryadi (Yandi) dan Dr Ariantho S. Muler MM (ASM) ST. 2024. Sejarah Suku Dayak Maanyan dan Barito Timur. Mega Press Nusantara.
Syafrida, Syafrida. 2020. “Alternatif Penyelesaian Sengketa sebagai Solusi Mewujudkan Asas Pemeriksaan Perkara ‘Sederhana, Waktu Singkat dan Biaya Murah.’” SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i 7, no. 4 (April): 353–70. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v7i4.15167.
Walker, J.H., A. Bautista, M. Cuervo, dan A. Venta. 2024. “Parental divorce and family transitions.” In Encyclopedia of Adolescence, 391–403. Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-0-323-96023-6.00046-4.
Wang, Dexin, dan Shijun Li. 2024. “Social conflicts and their resolution paths in the commercialized renewal of old urban communities in China under the perspective of public value.” Journal of Urban Management, November (November). https://doi.org/10.1016/j.jum.2024.11.007.
Copyright (c) 2025 Yusna Zaidah, Aulia Rahmah, Fuad Luthfi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All material published by CBJIS is protected by international copyright and intellectual property laws. CBJIS is licensed under CC-BY-SA or an equivalent license as an optimal license for the publication, distribution, use and reuse of scientific works. The author owns the copyright and gives the first publication rights journal with the work being licensed simultaneously under CC-BY-SA; Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in an institutional repository or on their website) before and during the submission process, because it can lead to productive exchanges, as well as earlier and larger excerpts of works published with recognition of author's work and early publications in this journal (See Effects of Open Access). and any views expressed in this work are those of the author and not of the Editorial Board of the CBJIS Scientific Journal. CBJIS cannot be held responsible for the views, opinions and written statements of the authors or researchers published in this journal.
.gif)





