Peran Ganda Bâlijjhâ Perempuan Madura Dalam Tafsir Gender Al-Qur’an Perspektif Amina Wadud

  • Suyyinah Universitas Islam Negeri Madura, Indonesia
Keywords: Perempuan Madura, Tradisi Lokal Bâlijjhâ, Gender, Ayat Al-Qur’an, Amina Wadud.

Abstract

Fenomena Bâlijjhâ perempuan di Madura memperlihatkan kerumitan sosial yang berakar dalam struktur budaya patriarkal, di mana perempuan kerap ditempatkan pada posisi subordinat di tengah tuntutan ganda antara ranah domestik dan publik. Dalam realitas sosial tersebut, perempuan Madura tidak hanya diharapkan menjadi istri dan ibu yang taat terhadap norma keluarga, tetapi juga dituntut untuk menopang ekonomi rumah tangga melalui aktivitas berdagang keliling. Situasi ini memunculkan beban ganda (double burden) yang menuntut kekuatan fisik, ketahanan emosional, serta kedewasaan spiritual. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji konstruksi peran ganda perempuan Bâlijjhâ Madura dengan menggunakan perspektif tafsir gender Amina Wadud terhadap Al-Qur’an, khususnya dalam konteks pemahaman relasi suami-istri yang berlandaskan prinsip keadilan dan kesetaraan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Proses pengumpulan data melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta telaah dokumen. Analisis dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara berkesinambungan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peran ganda perempuan Bâlijjhâ merupakan wujud adaptasi terhadap tekanan ekonomi sekaligus bentuk resistensi terhadap struktur budaya patriarkal. Di sisi lain, peran tersebut juga menjadi ruang negosiasi yang memungkinkan perempuan menampilkan kemandirian dan agensi sosialnya. Melalui tafsir progresif Amina Wadud, relasi gender dalam rumah tangga seharusnya dipahami sebagai kemitraan yang sejajar, bukan hubungan hierarkis yang timpang. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat wacana tafsir gender Al-Qur’an yang lebih kontekstual dengan realitas sosial masyarakat, sementara secara praktis memberikan landasan bagi rekonstruksi nilai keadilan dan kesetaraan gender dalam budaya Madura yang masih berorientasi patriarkal

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif (I, Ed.). CV. Syakir Media Press.

Anisa, S. (2025). Memikirkan Ulang Makna Nusyuz: Tinjauan atas Pemikiran Hermeneutika Amina Wadud dan Khaleed Abou El-Fadl. Jalsah : The Journal of Al-Quran and As-Sunnah Studies, 5(1), 56–75.

Darmalaksana, W. (2020). Metode penelitian kualitatif studi pustaka dan studi lapangan. Pre-Print Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung. https://digilib.uinsgd.ac.id/32855

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075

Firda, S. N., & Rosa, A. (2024). Perempuan Dan Al-Qur’an: Model Penafsiran Amina Wadud Dalam Q.S an-Nisa. JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1(10), 7798–7809.

Khilmiyah, A. (2016). Metode Penelitian Kualitatif. Samudra Biru.

Kurniawati, S., & Salsabila. (2021). Faktor Pendorong Motivasi Kerja Wanita Madura Pada Sektor Informal di Pontianak Barat. Prosiding Semminar SATIESP, 8–16.

Rahmah Eka Saputri, & Fitrawati. (2024). Konstruksi Hermeneutika Feminis Amina Wadud: Sebuah Upaya Membangun Ulang Makna Ayat-Ayat Bias Gender. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 5(2), 211–220. https://doi.org/10.55623/au.v5i2.365

Ramadhan, E., Amani, N., Almazni, & Masyhur, L. S. (2025). PARADIGMA PENAFSIRAN HERMENEUTIKA TAUHID DAN GENDER MENURUT AMINA WADUD. Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 14(5), 1–10.

Surokim, S., & Rosyidi, Moch. I. (2024). Meredesign Pesan Pembangunan Untuk Kesetaraan Gender di Madura (Sebuah Literatur Review). Jurnal Audiens, 5(4), 676–685. https://doi.org/10.18196/jas.v5i4.533

Wadud, A. (1999). Qur’an and Woman: Rereading the Sacred Text from a Woman’s Perspective. Oxford University Press.

Wadud, A. (2006). Inside the Gender Jihad: Women’s Reform in Islam. Oneworld Publications.

Zahra, S. (2024). Pemikiran Amina Wadud dan Implementasinya dalam Kepemimpinan Perempuan di Indonesia. JSI: Jurnal Studi Islam, 13(1), 43–66. https://doi.org/10.33477/jsi.v13i1.7018

Zuhri, S. (2015). Peran Ganda Perempuan Madura (Bâlijjhâ) dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Al-Ahkam, 25(1).

Zulpiana, Z., Hamnah, H., & Maulana, M. (2024). Penafsiran Amina Wadud Perspektif Kesetaraan Gender Terhadap Al-Qur’an Surah Al-Nisa’ Ayat 34. Borneo : Journal of Islamic Studies, 4(2), 70–84. https://doi.org/10.37567/borneo.v4i2.2782

Published
2025-12-21
How to Cite
Suyyinah. (2025). Peran Ganda Bâlijjhâ Perempuan Madura Dalam Tafsir Gender Al-Qur’an Perspektif Amina Wadud . CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies, 7(2), 475-487. https://doi.org/10.37567/cbjis.v7i2.4643
Section
Articles