Inovasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Budaya Buton Melalui Integrasi Nilai Martabat Tujuh
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengembangkan model inovasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis budaya Buton melalui integrasi nilai-nilai filosofis Martabat Tujuh ke dalam pembelajaran PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka dan analisis dokumen. Sumber data meliputi naskah dan literatur budaya Buton yang memuat ajaran Martabat Tujuh, dokumen kurikulum PAI, serta artikel ilmiah yang relevan dengan pengembangan kurikulum dan pendidikan berbasis kearifan lokal. Data dianalisis melalui analisis isi dengan tahapan identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan pemetaan nilai-nilai Martabat Tujuh terhadap kompetensi dan materi PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tauhid, kesadaran spiritual, kejernihan hati, pengendalian diri, dan keharmonisan sosial dalam Martabat Tujuh memiliki relevansi dengan tujuan dan kompetensi PAI, terutama pada aspek akidah, akhlak, dan pembentukan karakter religius. Berdasarkan pemetaan tersebut, penelitian menghasilkan model integrasi kurikulum dalam tiga bentuk: (1) integrasi nilai, dengan memasukkan nilai Martabat Tujuh ke dalam tujuan dan capaian pembelajaran; (2) integrasi konten, dengan mengaitkan materi akidah, akhlak, dan ibadah dengan narasi serta praktik budaya Buton; dan (3) integrasi pedagogi, melalui pembelajaran kontekstual, etnopedagogis, dan berbasis proyek yang mengangkat persoalan serta praktik kehidupan masyarakat Buton. Model ini menempatkan budaya lokal sebagai konteks pembelajaran sekaligus sumber pembentukan karakter religius, sehingga kurikulum PAI dapat menjadi lebih kontekstual, bermakna, dan responsif terhadap tantangan globalisasi tanpa kehilangan identitas budaya peserta didik.
References
Abdullah, M. A. (2021). Integrasi-interkoneksi keilmuan: Paradigma transdisipliner Islam. UIN Sunan Kalijaga Press.
Adisaputro, S. E. (2025). Integrated curriculum management based on local wisdom at MAN 1 Payakumbuh. Al-Qiyadah: Journal of Education Governance, 1(2).
Amanda, T. P., Putri, A. S., Ridwan, A., & Faisal, M. (2025). Curriculum development of Islamic religious education in the digital era transformation. Journal of Islamic Education and Ethics, 3(1). https://doi.org/10.18196/jiee.v3i1.59
Anggraini, M., Nadlir, N., Made, E., Anggraini, M., Nadlir, N., & Made, E. (2025). Implementing a Holistic Islamic Religious Education Curriculum Based on Multicultural Values. Al-Insyiroh, 11 (2). https://doi.org/10.35309/alinsyiroh.v11i2.454
Azra, A. (2020). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi menuju milenium baru. Kencana.
Bialik, M., Fadel, C., Trilling, B., & Nilsson, P. (2020). Skills for the 21st century: What should students learn? Center for Curriculum Redesign.
Biesta, G. (2021). World-centred education: A view for the present. Routledge.
Braun, V., & Clarke, V. (2021). Thematic analysis: A practical guide. SAGE Publications.
Creswell, J. W. (2021). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dapa, H., Giffari, A., & Ishomuddin. (2026). Integrasi konten lokal dalam kurikulum pendidikan agama islam: dinamika, tantangan, dan peluang di era kontemporer. Al Marhalah: Jurnal Pendidikan Islam, 10 (1). https://doi.org/10.38153/60dat794
Efendy, R., Hamdanah, & Mahrusah, L. (2025). Institutionalizing Bugis Makassar local wisdom in Islamic religious education curriculum at Indonesian Islamic higher education. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme, 7(1). https://doi.org/10.37680/scaffolding.v7i1.9063
Fahruddin, M. W., Yunus, A., Saleng, A., & Laha, K. (2022). The constitutional law values in the Martabat Tujuh Constitution of the Sultanates of Buton. Journal of Hunan University (Natural Sciences), 49(2). https://doi.org/10.55463/issn.1674-2974.49.2.29
Fuad, H., Rahman, M., & Ridho, A. (2026). Integrating local wisdom into Islamic education curriculum to strengthen religious moderation: Lessons from Madurese socio-religious culture. Cendekia, 18(1). https://doi.org/10.37850/cendekia.v18i01.1292
Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). Teachers College Press.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Kurikulum Merdeka: Konsep dan implementasi. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Khusna, N., & Adji, T. P. (2024). Integrating local wisdom in independent learning: Urgency and innovative strategies. PrimaryEdu: Journal of Elementary Education, 8(2). https://doi.org/10.22460/pej.v8i2.4937
Khusyairin, Saud, U. S., Sururi, & Hartini, N. (2025). The analysis of teacher’s perception of the integration of Kasepuhan local wisdom into school curriculum. Indonesian Research Journal in Education, 9 (1). https://doi.org/10.22437/irje.v9i01.38483
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Nalefo, L. (2018). The role of Martabat Tujuh within the society of the Sultanate Buton. Asian Culture and History, 10 (1). https://doi.org/10.5539/ach.v10n1p6
Niampe, L. (2016). Adat, syara’, dan Martabat Tujuh dalam Kesultanan Buton. Lembaga Adat Buton.
Nurhayani, N., Sulistiani, I, Syarifuddin, Hoesny, R, & Maulia, S. T. (2024). Development of Islamic religious education learning modules based on local wisdom. Jurnal Ilmiah IJGIE: International Journal of Graduate of Islamic Education, 5(1). https://doi.org/10.37567/ijgie.v5i1.2833
Parhan, M., & Sutedja, B. (2019). Penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dalam Pendidikan Agama Islam di Universitas Pendidikan Indonesia. TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education, 6 (2). https://doi.org/10.17509/t.v6i2.20165
Redhana, I. W. (2019). Mengembangkan keterampilan abad ke-21 melalui pembelajaran berbasis HOTS. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 13(1). https://doi.org/10.15294/jipk.v13i1.17824
Rijaal, M. K., (2020). Jejak Islam di tanah kesultanan Buton. Jurnal Dakwah, 21 (2). https://doi.org/10.14421/JD.2122020.4
Roy, M. P. R., Sularno, & Fadhillah, E. (2018). Akulturasi antara budaya lokal, fiqh dan tasawuf dalam pembentukan Undang-Undang Martabat Tujuh Kesultanan Buton. In Prosiding Seminar Nasional Seri 8: Mewujudkan Masyarakat Madani dan Lestari (pp. 212–213).
Sahlan, S. (2012). Kearifan lokal pada kabanti masyarakat Buton dan relevansinya dengan pendidikan karakter. El Harakah: Jurnal Sosial Keagamaan, 14 (2).
Saidin, Z. (2019). Islamisasi dan Tasawuf di Kesultanan Buton: Studi tentang ajaran Martabat Tujuh. Jurnal Lektur Keagamaan, 17 (2). https://doi.org/10.31291/jlk.v17i2
Selwyn, N. (2022). Education and technology: Key issues and debates (2nd ed.). Bloomsbury.
Syafrudin & Mutmainnah. (2025). Riset dan inovasi dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam multikultural. Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross Border Islamic Studies). 7 (1). https://doi.org/10.37567/cbjis.v7i1.3855
Syamsuddin, M., & Abdullah, R. (2021). Revitalizing Islamic education through contextual and local wisdom approaches. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 231–248. https://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/jpi/article/view/14562
Umar, M. Z., Radja, A. M., Sir, M. M., & Harisah, A. (2025). The Grand Mosque of Buton Sultanate as the Place for Insan Kamil. Journal of Islamic Architecture. https://doi.org/10.18860/jia.v8i4.28777.
Widyo, P. H. (2023). Degradasi kesadaran nilai-nilai kearifan lokal: Representasi budaya Jepang pada mural sebagai upaya branding kampung. ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia, 9(2). https://doi.org/10.33633/andharupa.v9i02.8236
Zed, M. (2020). Metode penelitian kepustakaan. Kencana.
Copyright (c) 2026 Rasmi, Ahmad Sultra, Sitti Aisyah Mu’min, Marlina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All material published by CBJIS is protected by international copyright and intellectual property laws. CBJIS is licensed under CC-BY-SA or an equivalent license as an optimal license for the publication, distribution, use and reuse of scientific works. The author owns the copyright and gives the first publication rights journal with the work being licensed simultaneously under CC-BY-SA; Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in an institutional repository or on their website) before and during the submission process, because it can lead to productive exchanges, as well as earlier and larger excerpts of works published with recognition of author's work and early publications in this journal (See Effects of Open Access). and any views expressed in this work are those of the author and not of the Editorial Board of the CBJIS Scientific Journal. CBJIS cannot be held responsible for the views, opinions and written statements of the authors or researchers published in this journal.
.gif)





