NILAI-NILAI FILOSOFIS DALAM RITUS PERNIKAHAN ADAT JAWA SOLO PUTRI: KAJIAN FILSAFAT NILAI MAX SCHELER

  • Sri Widia Utami UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstract

ABSTRACT

Marriage is a highly sacred aspect of human life. In the context of the traditional rites of Javanese Solo for women, the wedding process is deeply connected to ancestral traditions. The series of processes carried out in Javanese Solo weddings includes: (1) Selametan, (2) Tanem Tarub, (3) Gethik Geni Adhang Pisanan, (4) Siraman, (5) Midadareni, (6) Kacar-kucur, and (7) Ijab. This research aims to explore the philosophical values reflected in the wedding processes of Javanese Solo women using the value philosophy analysis developed by Max Scheler. The method employed is library research with a qualitative approach, wherein library studies serve as a source of data and references concerning the topic being investigated. The research findings indicate that the wedding process in Javanese Solo traditions contains various values, namely: (1) The Value of Pleasure reflected in the Midadareni process, (2) The Value of Vitality represented by the Kacar-kucur process, (3) The Spiritual Value embodied in the Siraman process, and (4) The Value of Holiness expressed through the Selametan process.

Keywords: marriage, rites, javanes customs, values, philosophy

 

ABSTRAK

Pernikahan merupkan aspek yang sangat sakral dalam kehidupan manusia. Dalam konteks ritus adat jawa solo putri, prosesi pernikahan sangat terkait dengan tradisi nenek moyang. Adapun serangkaian prosesi yang dilaksanakan dalam pernikahan ada jawa solo putri meliputi (1) Selametan (2) Tanem Tarbu (3) Gethik Geni Adhang Pisanan (4) Siraman (5) Midadareni (6) Kacar-kucur (7) Ijab. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai filosofis yang tercermin dalam prosesi perbikahan adat jawa solo putri menggunakan analisis filsafat nilai yang dikembangkan oleh Max Scheler. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, dimana studi kepustakaan berfungsi sebagai sumber data dan referensi mengenai topik yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa prosesi pernikahan adat jawa solo putri mengandung berbagai nilai. Yaitu, (1) Nilai Kesenangan yang tercermin dalam prosesi Midadareni (2) Nilai Vitalitas yang diwakilkan oleh prosesi Kacar-kucur (3) Nilai Spiritual mencerminkan dalam prosesi Siraman (4) Nilai Kekudusan diungkapkan melalui prosesi Selametan

Kata Kunci: pernikahan, ritus, adat jawa, nilai-nilai, filosofis

 

References

Agustina, Y., & Syaifudin, A. (2021). Makna Kultural pada Satuan Lingual Tradisi Sesajen Pasang Tarub dalam Pernikahan Jawa. Jurnal Sastra Indonesia, 10(2), 115–120. https://doi.org/10.15294/jsi.v10i2.42645
Al-Huda, A. A. F., Hakim, L., Anwar, M. B. K., & Nasikh, M. (2024). Pendidikan Etika Perspektif Immanuel Kant Dalam Pendidikan Islam Di Abad 21. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 11(3), 857–870. https://doi.org/10.38048/jipcb.v11i3.3594
Ambarwati, A. P. A., & Mustika, I. L. (2018). Pernikahan Adat Jawa Sebagai Salah Satu Kekuatan Budaya Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Bahasa Dan Sastra Indonesia (SENASBASA), 2(2).
Astuti, H. S. (2016). Pernikahan Mangkunegaran Dari Masa Ke Masa: Kajian Historis Perkawinan Di Mangkunegaran Tahun 1951-2019. 1–23.
Fahrudi, E., & Alfadhilah, J. (2022). Makna Simbolik “Bulan Suro” Kenduri Dan Selamatan Dalam Tradisi Islam Jawa. ASWALALITA (Journal Of Dakwah Manajemant), 1(2), 185–195. https://mui.or.id/khutbah/28895/memperingati-hari-asyura/.
Fathoni, A. (2021). Tradisi Ritual Selamatan Pra Nikah Di Desa Kalianget Barat Kacamatan Kalianget Kabupaten Sumenap Madura.
Fatichatus, S. (2015). UPACARA PERNIKAHAN ADAT JAWA (Kajian Akulturasi Nilai-Nilai Islam Dalam Pernikahan Adat Jawa Di Desa Jatirembe Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik). AL-THIQAH: Jurnal Ilmu Keislaman, 3(02), 175.
Halimatussa’diyah. (2021). Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam Multikultural. CV Jagad Media Publishing.
Hudafi, H. (2020). Pembentukan Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah menurut Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Al Hurriyah : Jurnal Hukum Islam, 5(2), 172. https://doi.org/10.30983/alhurriyah.v5i2.3647
Iskandar, H., & Farida, A. N. (2021). Pernikahan Dini Dalam Perspektif Psikologi Keluarga. JDARISCOMB:Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 1(01), 79. https://doi.org/10.30739/jdariscomb.v1i01.803
Khoiri, A., & Thoriqul Aziz. (2022). Makna Filosofis Uborampe Dan Prosesi Temu Manten Di Jawa. Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam Dan Tasawuf, 7(2), 155–171. https://doi.org/10.53429/spiritualis.v7i2.348
Khotimah, H., Muzzammil, A. R., & Syahrani, A. (2022). Analisis Semiotika Prosesi Pernikahan Adat Jawa “Temu Manten” Di Desa Bintang Mas. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 11(10), 2079–2085. https://doi.org/10.26418/jppk.v11i10.58772
Kurniawan, B., & Liza, F. (2024). Building Assertive Character through the Arabic Picture Storybook. 1(1), 1–12. https://doi.org/10.32332/ijalt.v6i02.9453
Latifah, E. (2023). Tradisi Rasulan dalam Masyarakat Muslim di Karangrejek dalam Perspektif Filsafat Nilai Max Scheler di Pasca Pandemi Covid-19 Eni Latifah. IN RIGHT Jurnal Agama Dan Hak Azazi Manusia, 12(1), 1–27.
Leadership, J., Di, S., & Muhammadiyah, S. M. A. (2024). Jurnal Pendidikan Inklusif. 8(2), 46–54.
Mahanum, M. (2021). Tinjauan Kepustakaan. ALACRITY : Journal of Education, 1(2), 1–12. https://doi.org/10.52121/alacrity.v1i2.20
Manik, S. N., Teologi, P., Ilmu, F., Institut, T., Kristen, A., & Iakn, N. (2024). Analisis Persepsi Jemaat GKPPD Sangga Beru tentang Fondasi Pernikahan dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis membentuk keluarga yang harmonis . Hal ini disebabkan karena hubungan suami dan istri. 4.
Mayasari, D. E. (2020). Perbandingan Sistem Sosial Budaya Indonesia Multikultural. HISTORIS : Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, 5(2), 136–145.
Mugiyanto, S. (2018). Membaca Jawa. ISI Press.
Multazam, U. (2016). Aplikasi Qawaid Fiqhiyyah Al’adah Muhakkah dalam Pernkahan Masyarakat Jawa: Pespektif Hukum Keluarga Islam. XV(2), 1–23.
Mustofa, R. A. dan K. (20201). Revitalisasi Murqabah Dalam Pernikahan. Jurnal Hukum Keluarga Islam Dan Kemanusiaan, 3(2), 248–253.
Nardilla, A. A. R. (2021). Makna Pepindhan Manusia Dalam Panyandra Upacara Panggih Pengantin Adat Jawa Ragam Surakarta. Widyaparwa, 49(1), 56–67. https://doi.org/10.26499/wdprw.v49i1.680
Nawali, A. K. (2018). Hakikat, Nilai-Nilai Dan Strategi Pembentukan Karakter (Akhlak) Dalam Islam. Jurnal Ilmiah Iqra’, 12(1), 1. https://doi.org/10.30984/jii.v12i1.885
Oktavia, O., Adinda, A., & Widianto, A. D. (2022). Pernikahan Adat Jawa Mengenai Tradisi Turuntemurun Siraman Dan Sungkeman Di Daerah Yogyakarta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 5(2), 168–174. https://doi.org/10.31004/jrpp.v5i2.10023
Perpustakaan, D. (2014). Upacara Siraman Dalam Rangkaian Upacara Pernikahan Adat Jawa. https://dpad.jogjaprov.go.id/article/library/vieww/upacara-siraman-dalam-rangkaian-upacara-perkawinan-adat-jawa-599
Pratiwi, R. N. (2022). Nilai Etika Dalam Tradisi Ziarah Kubur Di Makam Pangeran Benowo Perspektif Max Scheler. Braz Dent J., 33(1), 1–12.
Purnawangsih, A., Margana, M., & Sulistyo, E. T. (2020). Nilai Estetis Penampilan Busana Pengantin Gaya Solo Basahan di Surakarta Hadiningrat. Mudra Jurnal Seni Budaya, 35(2), 164–171. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i2.776
Rifa, M. (2016). Tinjauan Etika Aksiologis Max Scheler Dalam Tradisi Ngarot Di Desa Karedok Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang. 2(2), 1–23. https://doi.org/10.15575/jpiu.v2i2.15055
Ryadi, A., Ngadiman, A., & Aloysius, W. L. (2020). Makna Solidaritas Arek Suroboyo. 49.
Sa’dan, M. (2020). SANTRI WARIA PEKERJA SEKS DARI PERSPEKTIF HIRARKI NILAI MAX SCHELER STUDENT OF WARIA SEX WORKER FROM MAX SCHELER’S VALUE HIERARCHY PERSPECTIVE Masthuriyah Sa’dan. 68–82.
Saputro, febriano adi. (2014). Film Saving Private Ryan dalam Perspektif Hirarkhi Nilai Max Scheler. In UGM.
Sari, O., & Lessy, Z. (2023). Nilai-Nilai Religiusitas Dan Ritual Dalam Siraman Pengantin Adat Jawa: Suatu Tinjauan Agama Dan Budaya. Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah, 2(2), 81–90. https://doi.org/10.53888/alidaroh.v2i2.545
Sarwanen. (2024). Adat Jawa Merupakan Kearifan Lokal Bangsa Indonesia. Pendidikan Karakter Unggul, 3(1).
Scheler, M., & Son, Y. (2024). PERSPEKTIF HIERARKI NILAI MAX SCHELER DAN RELEVANSI PADA ZAMAN SEKARANG. 15, 11–24.
Septiwiharti, D. (2024). Filsafat Pendidikan: Memahami Pendidikan Dari Socrates Sampai Fuad Hassan. Permata Media.
Sidiqin, M. A., & Beru Ginting, S. U. (2021). Kemampuan Menganalisis Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Dalam Novel Assalamualaikum Beijing Karya Asma Nadia. Jurnal Serunai Bahasa Indonesia, 18(2), 60–65. https://doi.org/10.37755/jsbi.v18i2.458
Subandi, A. (2018). SNilai Spiritual Tradisi Temu Manten Adat Jawa dalam Perspektif Masyarakat Buddhis. Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, Dan Agama, 4(1).
Titirloloby, B. (2020). Konsep Etika Nilai Max Scheler Dan Analisis Terhadap Aksiologinya. Fides et Ratio, 5(2), 1–6.
Ummah, M. S. (2019). filsafat Pendidikan. In Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 1). http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
Viranti, Y. E. (2024). Makna Dan Mitos Pernikahan Adat Jawa Pada Prosesi Temu Manten di Desa Tambaksari Kajian Semiotik. Jurnal Pendidikan Dan Sastra Indonesia, 5(1).
Wahana, P. (2003). Nilai Etika Aksiologis Max Scheler. PT Kanisius.
Wahana, P. (2024). Pustaka Filsafat Nilai Etika Aksiologi Max Scheler. Kanisius.
Wibawa, S. (2010). Nilai-Nilai Moral Dalam Serat Wedhatama Dan Pendidikan Budi Pekerti. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 1(3), 72–84. https://doi.org/10.21831/cp.v1i3.237
Widayanti, S. (2008). Makna Filosofis Kembar Mayang Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa. Jurnal Filsafat, 18(2), 115–129.
Published
2025-11-22
How to Cite
Sri Widia Utami. (2025). NILAI-NILAI FILOSOFIS DALAM RITUS PERNIKAHAN ADAT JAWA SOLO PUTRI: KAJIAN FILSAFAT NILAI MAX SCHELER. JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi Dan Humaniora, 11(2), 25-39. https://doi.org/10.37567/jif.v11i2.3903