Relevansi Falsifikasi Karl R. Popper dalam Pengembangan Metodologi Penelitian Pendidikan Agama Islam Kontemporer
Abstract
Penelitian ini dimotivasi oleh kecenderungan penelitian Pendidikan Agama Islam (PAI) yang masih didominasi oleh deskriptif-normatif, sehingga ruang untuk kritik metodologis dan pengembangan teoretis terbatas. Dalam konteks ini, teori falsifikasi Karl R. Popper menawarkan paradigma epistemologis yang lebih kritis dan terbuka untuk evaluasi ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi prinsip-prinsip falsifikasi Popper dalam memperkuat metodologi penelitian PAI kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain riset kepustakaan, di mana pengalaman subjektif peneliti dalam berinteraksi dengan karya dan literatur metodologis Popper diinterpretasikan secara mendalam untuk mengungkap makna epistemologis yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa falsifikasi Popper dapat mengatasi bias subjektif dan kecenderungan afirmatif dalam penelitian PAI, serta sejalan dengan mekanisme verifikasi dalam penyelidikan kualitatif seperti triangulasi dan pengecekan anggota. Hasil ini menyiratkan fondasi epistemologis yang lebih kuat bagi PAI, yang memungkinkannya menjadi lebih kritis, reflektif, dan adaptif terhadap perubahan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemalsuan Popper merupakan dasar metodologis yang layak untuk memperbarui penelitian PAI, dan merekomendasikan penelitian lebih lanjut untuk memeriksa penerapan praktisnya dalam konteks pendidikan Islam empiris.
References
Abdurrahman. (2024). Metode Penelitian Kepustakaan dalam Pendidikan Islam. Adabuna : Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran, 3(2), 102–113. https://doi.org/10.38073/adabuna.v3i2.1563
Adnan, M. (2018). Paradigma Pendidikan Kritis Dalam Perspektif Pendidikan Islam. CENDEKIA : Jurnal Studi Keislaman, 1(1). https://doi.org/10.37348/cendekia.v1i1.8
Ahmed, S. K. (2024). The pillars of trustworthiness in qualitative research. Journal of Medicine, Surgery, and Public Health, 2, 100051. https://doi.org/10.1016/j.glmedi.2024.100051
Al Musafiri, M. R. (2022). Tren Penelitian Inovasi Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Jurnal PAI di Indonesia: Dari Desain Penelitian Hingga Analisis Data. Southeast Asian Journal of Islamic Education Management, 3(2), 277–292. https://doi.org/10.21154/sajiem.v3i2.107
Ari Yuwono, A. A. Y. (2024). Epistemologi Falsifikasi; Implikasi Pemikiran Karl Raimund Popper Terhadap Kajian Keilmuan Islam. Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam Dan Tasawuf, 10(2), 365–381. https://doi.org/10.53429/spiritualis.v10i2.1017
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4. ed). SAGE.
Dewi, E., M, A., Arbi, A., & Afrida, A. (2024). Falsifikasi Karl Popper dalam Histiografi Islam. Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman, 23(1), 49. https://doi.org/10.24014/af.v23i1.31603
Elo, S., & Kyngäs, H. (2008). The qualitative content analysis process. Journal of Advanced Nursing, 62(1), 107–115. https://doi.org/10.1111/j.1365-2648.2007.04569.x
Erianti, D., & Harahap, A. (2023). Epistemologi Falsifikasi Karl R Popper. 3(2).
Erickson, F. (2015). Oral Discourse as a Semiotic Ecology The Co‐construction and Mutual Influence of Speaking, Listening, and Looking. In D. Tannen, H. E. Hamilton, & D. Schiffrin (Eds.), The Handbook of Discourse Analysis (1st ed., pp. 422–446). Wiley. https://doi.org/10.1002/9781118584194.ch20
Guntur, G. (2019). A Conceptual Framework For Qualitative Research: A Literature Studies. Capture : Jurnal Seni Media Rekam, 10(2), 91–106. https://doi.org/10.33153/capture.v10i2.2447
Hayati, S. M. (2022). Paradigma Sains dalam Beragama: Epistemologi Konjektur dan Falsifikasionisme Popper dalam Memandang Masalah Kewarisan. IN RIGHT: Jurnal Agama Dan Hak Azazi Manusia, 11(2), 169. https://doi.org/10.14421/inright.v11i2.2719
Ilaina, R., Ahid, N., & Presetiyo, A. E. (2022). Epistemology of Interdisciplinary Research at Islamic Study on State Islamic Religious Higher Education in Indonesia. FITRAH: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 8(1), 1–20. https://doi.org/10.24952/fitrah.v8i1.4950
Lam, C. (2007). Is Popper’s Falsificationist Heuristic a Helpful Resource for Developing Critical Thinking? Educational Philosophy and Theory, 39(4), 432–448. https://doi.org/10.1111/j.1469-5812.2007.00349.x
Lau, C. (2000). I Learned How to Take Turns: And other Important Early Childhood Lessons Helped along by Computers. TEACHING Exceptional Children, 32(4), 8–13. https://doi.org/10.1177/004005990003200402
Mitra, S. (2020). An Analysis of the Falsification Criterion of Karl Popper: A Critical Review. Tattva - Journal of Philosophy, 12(1), 1–18. https://doi.org/10.12726/tjp.23.1
Nurochim, N., Royandi, E., Mauluddin, A., & Ngaisah, S. (2020). Multikulturalisme: Analisis Wacana Kritis Terhadap Teks Dalam Buku Ajar Pendidikan Agama Islam. Jurnal Lektur Keagamaan, 18(1), 197–222. https://doi.org/10.31291/jlka.v18i1.775
Popper, K. R. (2002). Conjectures and refutations: The growth of scientific knowledge. Routledge.
Popper, K. R. (2010). The logic of scientific discovery (Special Indian Edition). Routledge.
Razaq, Abd. R., & Umiarso, U. (2019). Islamic Education Construction in the Perspective of Falsification of Karl R. Popper. Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 117–132. https://doi.org/10.15575/jpi.v5i2.5846
Riski, M. A. (2021). Falsifikasi Karl R. Popper dan Urgensinya dala Dunia Akademik. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(3), 261–272. https://doi.org/10.23887/jfi.v4i3.36536
Sepetyi, D. (2024). Demarcation Problem: Karl Popper’s Solution in the Contemporary Retrospective. Actual Problems of Mind, 25(1), 48–73. https://doi.org/10.55056/apm.7730
Copyright (c) 2025 David Ricardo, Nur Azizatul Haqiah, Lutfiah Holifa Balkis , Usman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





.png)




