Epistemologi Debat Tahafut: Rekonstruksi Argumen Ibnu Rusyd atas Kesalahan Logis Al-Ghazali

1. Genealogi Debat Tahafut dan Kerangka Epistemologis

  • Yonaldo Efendi UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Gazali Gazali Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
Keywords: Epistemologi, Rekonstruksi Argumen Ibnu Rusyd, Kesalahan Logis Al-Ghazali

Abstract

Penelitian ini mengkaji struktur epistemologis dalam perdebatan klasik antara Al-Ghazali dan Ibnu Rusyd sebagaimana tercermin dalam Tahafut al-Falasifah dan Tahafut at-Tahafut. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis bagaimana Ibnu Rusyd merekonstruksi argumen filosofisnya dalam menanggapi kesalahan logis dan metodologis yang ia identifikasi dalam kritik Al-Ghazali terhadap filsafat Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah teks primer dari kedua karya tersebut serta literatur akademik terbaru sebagai sumber sekunder. Analisis dilakukan melalui pendekatan epistemologis dan logis yang berfokus pada tiga isu sentral dalam perdebatan, yaitu kekekalan alam, pengetahuan Tuhan terhadap hal-hal partikular, dan kebangkitan jasmani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jawaban Ibnu Rusyd disusun melalui kerangka demonstratif (burhān) untuk meluruskan category mistake, equivocation, serta penyempitan makna doktrin filosofis yang dilakukan Al-Ghazali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi Ibnu Rusyd tidak hanya mempertahankan legitimasi rasionalitas dalam tradisi Islam, tetapi juga membangun sintesis yang harmonis antara akal dan wahyu. Temuan ini memperlihatkan relevansi kerangka epistemologis Ibnu Rusyd bagi perkembangan diskursus rasionalitas Islam kontemporer.

References

Al-Ghazali, I. (2015). Kerancuan Filsafat (Tahafut al-Falasifah). FORUM.
Bagaskara, A., Syakura, F. M., Hanifah, R., & Fadhilah, M. R. (2025). Paradigma Kritisisme dalam Pemikiran Islam Kontemporer: Analisis Filosofis dan Implikasi Metodologis. Jurnal Kajian Islam Dan Sosial Keagamaan, 2(4), 935–943.
Bakker, A., & Zubair, A. C. (1990). Metodologi Penelitian Filsafat. KANISISUS.
Bistara, R. (2021). Keunggulan Metode Demonstratif Terhadap Metode Retorika Dan Dialektika: Menguak Metode Kritik Filsafat Ibn Rusyd. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 16(2), 71–92.
Fauziah, R. (2018). Kebangkitan Manusia di Akhirat Menurut Al-Ghazali Dan Ibnu Rusyd. Aqlania, 9(2), 193–221.
Ghani, A., & Sanwar, M. A. (2025). Pemikiran Imam Al-Ghazali Terhadap Ajaran Menyimpang: Studi Kajian Teks Dalam Kitab Tahafut Al-Falasifah. JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 5(2), 100–114.
Hamka, Z. (2018). Ibnu Rusyd:(Pembelaan Terhadap Para Filosof). Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 4, 49–54.
Ibad, M., & Khalim, A. D. N. (2022). Epistemologi Ibnu Rusyd (Telaah relasi wahyu dan rasio). AN NUR: Jurnal Studi Islam, 14(1), 80–92.
Irawan, B. (2014). Intuisi sebagai Sumber Pengetahuan: Tinjauan Terhadap Pandangan Filosof Islam. Jurnal Theologia, 25(1), 159–188.
Jamhari, J. (2015). Al-Ghazali dan Oposisinya terhadap Filsafat. Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, Dan Fenomena Agama, 16(1), 108–119.
Martono, N. (2010). Metode penelitian kuantitatif: Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder (sampel halaman gratis). RajaGrafindo Persada.
Marzuki, M. F. S., Wildan, R., & Rijal, S. (2023). Penelusuran Epistemologi Kekadiman Alam dalam Tahafut Al-Falasifah dan Tahafut Al-Tahafut. Jurnal Pemikiran Islam, 3(2), 192–216.
Mubit, R. (2016). Pembelaan Ibnu Rusyd Terhadap Pemikiran FIlosof. MIYAH: Jurnal Studi Islam, 12(1), 132–150.
Nunu, B. (2016). Hukum Kausalitas antara Al-Ghazali dan Ibn Rusyd. TAJDID, 23(2), 265–284.
Rahman, A. (2024). Jidal Ilmiah: Debat al-Ghazali dan Ibnu Rusyd tentang Filsafat. Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman, 15(1), 85–95.
Rusyd, I. (2004). TAHAFUT AT TAHAFUT, (Khalifurrahman Fath, Terj.). Pustaka Pelajar.
Safitri, D., Sukmawati, A., & Frayoga, P. S. (n.d.). Perbedaan Pendapat Filsafat Menurut Imam Al-Ghazali & Ibnu Rusyd.
Sugiyono, S. (2007). Metode Penelitian kualitatif, kuantitatif dan R&D. In Bandung Alf.
Suryani, A. (2025). Epistemologi Islam dalam Pemikiran Ibnu Sina, Al-Ghazali, dan Ibnu Rusyd: Analisis Komparatif dan Relevansinya Bagi Pendidikan Islam Modern. Hikamatzu| Journal of Multidisciplinary, 2(2).
Susanti, F. R., & Hayani, S. (2021). pemikiran filosof Ibnu Rusyd tentang eskatologi. Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin, 20(1), 15–29.
Wijaya, A. (2024). Nalar Kritis Epistemolog Muslim: Imam al-Ghazali, Ibnu Rusyd, Thoha Husein, dan Muhammad Abid al-Jabiri. IRCISOD.
Yamani, G. (2023). Tiga Persoalan Metafisika Menurut Ibn Rusyd Dan Al-Gazali Serta Implikasinya Terhadap Keimanan. Prosiding Kajian Islam Dan Integrasi Ilmu Di Era Society (KIIIES) 5.0, 2(1), 16–21.
Published
2026-01-27
How to Cite
Efendi, Y., & Gazali, G. (2026). Epistemologi Debat Tahafut: Rekonstruksi Argumen Ibnu Rusyd atas Kesalahan Logis Al-Ghazali: 1. Genealogi Debat Tahafut dan Kerangka Epistemologis. JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi Dan Humaniora, 12(1), 57-70. https://doi.org/10.37567/jif.v12i1.4685