Faktor Atmosfer dalam Visibilitas Hilal Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Abstract
Secara geografis dan geologis, Indonesia merupakan negara dengan potensi pembentukan awan yang sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan uap air, kelembaban udara, dan curah hujan di hampir seluruh wilayah di Indonesia sangat tinggi pula. Kondisi ini mengakibatkan sulitnya melakukan pengamatan Hilal di Indonesia, karena keberhasilan pengamatan Hilal itu tidak hanya ditentukan oleh posisi Hilalnya saja secara astronomis, melainkan ditentukan juga oleh keadaan atmosfer pada saat pengamatan. Dengan ini perlu dilakukan kajian terhadap faktor atmosfer dalam visibilitas Hilal di Indonesia. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan meteorologis dan klimatologis, data yang digunakan sebagai sumber primer adalah data-data hasil pengamatan BMKG di Manado dan Kupang serta hasil wawancara dengan para ahli yang bertugas di BMKG Pusat Jakarta dan literatur-literatur terkait yang lain sebagai sumber sekundernya. Setidaknya ada 2 faktor atmosfer yang mempengaruhi keberhasilan pengamatan Hilal, yaitu : 1) Kecerahan atmosfer (clearness number) pada saat pengamatan, 2) Tutupan awan yang dinyatakan dalam satuan langit perdelapan, persepuluh, atau persen. Pengaruh faktor atmosfer dalam visibilitas Hilal dibuktikan dengan menurunnya visibilitas Hilal yang diketahui menggunakan model Katsner yang telah dimodifikasi dengan penambahan koreksi kecerahan langit. Pengamatan Hilal yang dilakukan oleh BMKG di Manado pada tanggal 10 September 2018, model Katsner yang belum termodifikasi menunjukkan nilai visibilitas Hilal sebesar 2,5 dan dapat diamati ssjak menit ke 10 sampai menit ke 36 setelah ghurub, sedangkan pada model Katsner termodifikasi, visibilitas mata telanjang menunjukkan nilai negatif yang berarti Hilal tidak dapat teramati.dan model Katsner termodifikasi, visibilitas teleskop menunjukkan nilai sebesar 2,2 serta dapat diamati sejak menit ke 12 sampai menit ke 30 setelah ghurub.
References
Buku
Ahmad Jalaluddin Ibn Ahmad al-Mahally dan Jalaluddin Abdurrahman Ibn Abi Bakr al-Sayuthy, Tafsir Jalalain, Mauqi; al-Islam, tt.
al-Amin Muhammad Ibn Muhammad al-Mukhtar Ibn Abi al-Qadir al-Syankithy, Adhwa’ al-Bayan fi al-Idhah al-Quran bi al-Quran, Juz 3, Dar al-Fikr, 1995..
al-Bukhori, Shahih al-Bukhori, ttp, Dar al-Fikr, 1994/1414, kitab “kitab as-shoum”.
Aldrian Edvin, Kamus Perubahan Iklim, Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Jakarta, 2013.
Ali Ala‘uddin bin Hisamuddin al-Muttaqi al-Hindi al-Burhanfuri, Kanz al-Ummāl fi Sunan al-Aqwāl wa al-Af’āl, Muassasah al-Risalah, Beirut, 1985), juz 8,.
Ali al-Hasan Ibn Muhammad Ibn Muhammad Ibn Habib al-Bashri al-Baghdadial-Mawardi, al-Nukat wa al-Uyun, Juz 5, Mauqi’ al-Tafasir.
Arkanuddin Mustoha dan Sudibyo Muh Ma’rufin, “Kriteria Visibilitas Hilal Rukyatul Hilal Indonesia (RHI) (Konsep Kriteria dan Implementasi)” Jurnal LP2H RHI.
Azhari Susiknan, Ensiklopedi Hisab Rukyat, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2012.
Bakar Abu al-Jazair, Atsar al-Tafasir, Mauqi’ al-Tafasir, tt, juz 4.
Bashori Muhammad Hadi, Penanggalan Islam, Jakarta, Penerbit PT Elex Media Komputindo, 2013.
BMG Departemen Perhubungan, Mengenal Badan Meteorologi dan Geofisika Departemen Perhubungan, Jakarta: BMG Dep. Perhubungan.
BMG, Pelayanan Meteorologi dan Geofisika di Indonesia, Jakarta: BMG.
Djamaluddin Thomas, Menggagas Fikih Astronomi; Telaah Hisab Rukyat dan Pecarian Solusi Perbedaan Hari Raya, Bandung, Penerbit Kaki Langit, 2005
Fr. Louis Ma;luf al-Yassu’i dan Fr. Bernard Tottel al-Yassu’i, al-Munjid fi al-Lughoh wa al-‘Alam, Dar al-Masyriq, Bairut, 1986.
Handoko, Klimatologi Dasar, Jakarta, Dunia Pustaka Jaya, 1995.
Hasan M. Iqbal, Pokok-pokok Metodologi Penelitian, Ghalia Indonesia, Bogor, 2002.
Husein A Thoha al-Mujahid dan Atho’illah A al-Khalil, Kamus al-Wafi (Arab-Indonesia) Gema Insani, Jakarta, 2016.
I Fatoohi Louay, The Babylonian First Visibility of The Lunar Creasent Date and Criterion, NASA Astrophysics Date Sistem, 1999.
Ilyas Muhammad, Lunar Cresent Visibility Criterion and Islamic Calender. NASA Astrophisic Data System, Vol 35.
..……………., Sistem Kalender Islam, Selangor, Dewan Bahasa dan Pustaka, 1997.
Izzuddin Ahmad Fikih Hisab Rukyat, Jakarta, Penerbit Erlangga, tt
……………. Fikih Hisab Rukyat: Menyatukan NU dan Muhammadiyah dalam Penentuan Awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha, Jakarta, Penerbit Erlangga, 2007.
Kadir A, Cara Mutakhir Menentukan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah Perspektif al-Qur’an, Sunnah, dan Sains, Semarang, Fatwa Publishing, 2009.
Khazin Muhyidin, Kamus Ilmu Falak, Jogjakarta, Buana Pustaka, 2005.
Laboratorium Pengelolaan Das dan Konservasi Sumberdaya Hutan, Klimatologi (Suatu Pengantar), Makasar: tanpa penerbitm, 2009)
Lakitan Benyamin, Dasar-dasar Klimatologi, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Palembang, 1993.
……………… Dasar-dasar Klimatologi, Rajawali Pers, Jakarta; 1994.
Lesmana Ronny, Fisiologi Dasar (Untuk Mahasiswa Farmasi, Keperawatan, dan Kebidanan), Deepublish, Yogyakarta, 2017.
Muhammad bin Ali bin Ahmad as-Syaukani, Fathu al-Qodir al-Jami’ baina Fanni al-Riwayatwa al-Diroyat min ilmi al-Tafsir, Mauqi’ al-Tafist, tt.
Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughiroh, al-Jami’ al-Shohih al-Musnad min Hadist Rosulullah SAW al-Syahir al-Shohih Bukhori, tp, tt.
Muhyi al-Din Abu Zakariya Al-Imam al-Hafidz Ibn Yahya Ibn Syarif Ibn Hurry al-Nawawi, al-Minhaj fi Syarh Ibn al-Hajaj, Riyadh : Bairut Afkar al-Dauliyah, tt.
Muhyi al-Din Yahya Abu Zakariya bin Syarif al-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, Mauqi’ Ya’sub, tt, juz 6.
Munawwir, Kamus al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap, Pustaka Progresif, 1997.
Munir Badrul, Hasil Pengamatan Hilal Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat, Skripsi, Jurusan Ilmu Falak Fakultas Syari’ah dan Hukum, UIN Walisongo Semarang, 2016
Muslim bin Hajaj Abu al-Hasan al-Naisaburi, al-Jami’ al-Shohih al-Musamma Shohih Muslim, tp, 1992.
Odeh Mohamad. SH, New Criterion for Lunar Cresent Visibility, Eksperimantal Astronomy, 18 : 39 : 64.
Parbo Ardina “Memahami Lingkaran Atmosfer Kita”, Bangdung, ITB Bandung, 1995, edisi II.
Prawiropradoyo Susilo, Meteorologi, Bandung, Penerbit ITB, 1996.
Qordhowi Yusuf, Tafsir al-Fiqh Dhau’ al-Qur’an wa al-Sunnah (Fiqh al-Siyam), Bairut : Muassisah al-Risalah, 1993
RI Depag, al-Qur’an dan Terjemahnya, Semarang, CV Toha Putra, 1989.
RI Kemenag, al-Qur’an dan Tafsirnya, Jilid 1, Jakarta, PT Sinergi Pustaka Indonesia, 2012.
Syihabuddin al-Qolyubi, Hasyiah al-Mnhaj al-Tholibin, Kairo : Mustafa al-Ban al-Halabi, 1996, juz 3.
Tjasyono HK Bayong, Ilmu Kebumian dan Antariksa, Bandung, Remaja Rosdakarya, 2009, cet II.
……………………, Mikrofisika Awan dan Hujan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Jakarta 2007.
……………………,, Meteorologi Indonesia 1 (Karakteristik dan Sirkulasi Atmosfer), Jakarta, Badan Meteorologi dan Geofisika, 2006.
Wirjohamidjojo Soerdjadi dan Yunus. S. Swarinoto, Iklim Kawasan Indonesia (dari aspek dinamik-sinoptik), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Jakarta, 2010.
Jurnal
Arpan Fanani dkk, Kajian Meteorologis Hubungan antara Haujan Harian dan Unsur-unsur Cuaca (Studi kasus Stasiun Meteorologi Adisucipto Yogyakarta, Majalah Geografi Indonesia, Vol 18, No 2, September 2004.
Dayantolis Wan, “Analisis Kondisi Fisis Atmosfer Pada Saat Hujan Ekstrim dan Terjadinya Banjir Bulan Februari 2006 di Manado”, Jurnal Program Sarjana Ekstensi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, Desember 2006.
Fadholi Ahmad, “Studi Pengaruh Suhu dan Tekanan Udara terhadap Operasi Penerbangan di Bandara H.A.S. Hananjoeddin Buluh Tumbang Belitung Periode 1980-2010”, Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol 3 No 1, Juni 2013.
Hambali Slamet, Fatwa Sidang Itsbat dan Penyatuan Kalender Hijriyah, makalah disampaikan pada Lokakarya Internasional Fakultas Syariah IAIN WalisongoSemarang, Hotel Siliwangi, 12-13 Desember 2012.
Hamdi Saipul, “Bilangan Kebeningan Atmosfer dan Aplikasinya dalam Ilmu Lingkungan Atmosfer”, Jurnal Dirgantara Vol 16 No 1 Juni 2015 Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.
……………, “Mengeal Lama Penyinaran Matahari Sebagai Salah Satu Parameter Klimatologi”, Jurnal Berita Dirgantara Vol 15 No. 1.
Hermawan Eddy, “Profil Vertikal Suhu Atmosfer di Atas Indonesia Berbasis Hasil Analisis Data Satelit FORMOSAT-3/COSMIC”, Jurnal Sains Dirgantara Vol. 7 No. 1 Desember 2008.
Hoesin, “Penelitian Ketersediaan Tenaga Matahari di Indonesial”, Laporan Teknis Lembaga Fisika Nasional – LIPI, Bandung, 1983
Izzuddin Ahmad, Kesepakatan untuk Kebersamaan,makalah Lokakarya Internasionaldan Call for Paper Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang di Hotel Siliwangi 12-13 Desember 2013.
J.A.Utama, A. Siregar, “Usulan Kriteria Visibilitas Hilal di Indonesia dengan Model Katsner”, Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, Vol 9, Tahun 2013.
Jamaluddin Thomas, Astronomi Memberi Solusi Penyatuan Umat, Bandung : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LPAN), 2011.
K.A Browning, Meteorogical Magazine, Vol 108, 1979.
Kainama Carizs dkk, “Analisis Pola Distribusi Unsur-unsur Cuaca di Lapisan Atas Atmosfer pada Bulan Januari dan Agustusdi di Manado”, Jurnal MIPA UNSRAT Online Vol 3 (1) 20.24.
Katsner O., Calculation of Twilight Visibility Function of Near-San Object, The Journal of The Royal Astronomical Society of Canada Vol 70, No 4, Tahun 1976.
King David A, Same Early Islamic Tables for Determining Lunar Cresent Visibility, Annalis of The New York Academy of Science, 1987,
…………….. “Frans Bruin” dalam Journal for The History of Astronomy, Vol 33, Part 2, No 111, 2002.
Massinai Muh Altin dkk, Analisis Kecenderungan Perubahan Suhu Udara Permukaan Kota Makasar, Makalah Prodi Geofisika UNHAS.
Sari Mona Berlian, “Sistem Pengukuran Intensitas dan Durasi Penyinaran Matahari Realtime PC Berbasis LDR dan Motor Stepper”, Jurnal Vol 7 (1) 2015.
Schaefer Bradley E, Telescope Limiting Magnitude, Publication of Astronomical Society of The Pasific, Februari 1990.
…………………… “Asronomy and The Limits of Vision”, Vistas In Astronomy, Vol 36 1993.
Sudibyo Muh Ma’rufin, “Observasi Hilal di Indonesia dan Signifikansinyanya dalam pembentukan kriteria visibilitas Hilal”, Jurnal LP2IF RHI Volume 24, Nomor 1, April 2014.
Sultas, “First Visibility of The Lunar Cresent ; Biyond Danjon’s Limit” The Observatoty Journal, Bol 127, tahun 2007.
Surinati Dewi, “Lautan dan Iklim”, Jurnal Oseana, Vol XXXVIII, No 3 TAHUN 2013
Suryantoro Arief, dkk, “Analisis Karakteristik Atmosfer di Wilayah Belitung dan Sekitarnya Berbasis Observasi Satelit EOS Aqua dan TRMM serta Luaran Model CCAM Periode 1998 – 2013”, Jurnal Prosiding Pertemuan Ilmiah XXIX HFI Jateng dan DIY, Yogyakarta, 15 April 2015.
Thobari Fuadi, dkk, “Kondisi Meteorologi Saat Pengamatan Hilal 1 Syawal 1438 H di Indonesia; Upaya Peningkatan Kemampuan Pengamatan dan Analisis Data Hilal”, Jurnal Ahkam Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Vol 17 November 2017.
Yallop BD, A Methode for Predicting The Firs Sigtingof The New Cresent Moon, NAO Techival Note No.69. 1997
Wawancara
Wawancara dengan Dr. Suaidi Ahaddi Kepala Sub Bidang Geofisika Potensial Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat Jakarta di Kantor BMKG Jl. Angkasa 1 No.2 Gn. Sahari Selatan Kemayoran Jakarta Pusat pada 26 Februari 2018 Pukul 09.55
Wawancara dengan Staf bidang Geofisika Potensial dan Tanda waktu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di gedung BMKG Pusat Jakarta pada hari Senin. 14 Maret 2016 pukul 10.34 WIB
Wawancara dengan Dr. Indra Gustari (Kepala Bidang Analisis Variabelitas Iklim BMKG Pusat di kantor BMKG Pusat Jl. Angkasa 1 No. 2 Kemayoran Jakarta Pusat pada 24 Mei 2019 pukul 13.23 juga via watsapp pada hari Kamis tanggal 27 Juli 2019 pukul 08.42 WIB
Wwancara dengan Candra (seorang forcaster di Stasiun Klimatologi Manado pada hari Senin. 1 Juli 2019 pukul 14.30 WIB melalui watsapp di nomor 085256585261.
Wwancara dengan Rukman Nugroho Staf BMKG di bidang Geofisika Potensial di kantor BMKG Jl. Angkasa 1 No. 2 RT 10 Gunung Sahari Selatan Kecamatan Kemayoran Daerah Husus Ibukota Jakarta Pusat pada Senin. 8 Februari 2016 pukul 10.00 WIB.
Website
http://www.bmkg.go.id/profil/?p=tugas-fungsi, diakses pada 1 Januari 2018 Pukul 08.31 WIB
http://www.prominencescope.com/prominence/produkdetail.aspx?id=47&idk=18&idl=2 diakses pada hari Rabu 4 Mei 2019 Pukul 16.20 WIB
http://www.prominencescope.com/prominence/produkdetail.aspx?id=57&idk=16&idl=2 diakses pada hari Rabu 4 Mei 2016 Pukul 16.20 WIB
http;//islamci.mc.gill/RaASI/BEA/Habash_al-Hasib_BEA.htm Diakses pada 6 Juli 2018 pukul 09.45 WIB
http;//www.britanica.com/place/sun/solar/activity#ref1027849. Diakses pada 5 Desember 2018 pukul 09.15 WIB
http;//www.oxforddnh.com/view/10.103/reftndnb/97801986141228.001.0001/odnh-97801986141228-e-33220. Diakses pada 5 Desember 2018 pukul 09.15 WIB
http’//www.jstor.org/stable/25138755?seq=1#page_scan_tab_contens pada 5 Desember 2018 pukul 09.15 WIB
https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/%20divergensi diakses pada Minggu, 30 Juni 2019 pukul 09:40 WIB
https://www.ogimet.com/synopsc.phtml pada tanggal 24 Mei 2019 pukul 13.00 WIB
Lain-lain
Citra Awan Manado, didapatkan dari BMKG Pusat (Jl. Angkasa 1 No, 2 Gunung Sahari Selatan Kecamatan Kemayoran DKI Jakarta) pada saat wawancara dengan Dr. Indra Gustari seorang Kepala Bidang Analisis Variabelitas Iklim BMKG Pusat tanggal 24 Mei 2019 pukul 13.07
Daftar Titik Teleskop di BMKG (tempat-tempat pengamatan Hilal), Didapat saat melakukan pra riset di gedung BMKG Pusat Jakarta pada tanggal 9 Februari 2016
Data radiasi Matahari permukaan Bumi di Manado Provinsi Sulawesi Utara Badan Meteorologi Klimatologi dan Gesofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Minahasa Utara. Didapatkan melalui watsapp dengan Candra (Forcesterdi Stasiun Klimatologi Manado) melalui pesan watsaap pada 3 Juli 2019 pukul 14.46 WIB
Kompilasi Hasil Pengamatan Hilal BMKG di Manado tahun 2017, didapatkan saat melakukan riset di kantor BMKG Pusat Jl. Angkasa 1 No. 2 RT 10 Gunung Sahari Selatan Kecamatan Kemayoran Daerah Husus Ibukota Jakarta Pusat pada 24 Mei 2019
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2008 Tentang Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.Pasal 11 Bagian V







