Peningkatan Literasi dalam Pengelolaan Obat melalui Sosialisasi “Dagusibu” di Nagari Painan
Abstract
Because of insufficient education, the rising trend of people self-medicating poses a threat to proper drug handling, storage, and disposal. According to RISKESDAS (2013), there is a lot of medication storage, antibiotic overuse (without a prescription), and medication mistakes. The Painan Nagari Health Post in IV Jurai District, Pesisir Selatan Regency, which does not yet have chemists, implemented DAGUSIBU (Get, Use, Store, Throw Away) education initiatives to address this issue. Midwives and other health workers were socialised at the Health Post in July 2024 as part of the activity, which also included the erection of educational posters. The activity's outcomes demonstrated that participants' understanding of rational drug management, particularly the need of avoiding medication mistakes and improper disposal, had improved. By preparing students to serve their communities in response to actual needs, DAGUSIBU programs help fulfil the tridharma of higher education and make health care providers more effective change agents in the field of public health. In Painan Nagari, this endeavour may pave the way for long-term progress in public health.
References
Amalia, N. (2024). Tridharma Perguruan Tinggi untuk Membangun Akademik dan Masyarakat Berpradaban. Karimah Tauhid, 3(4), 4654–4656.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Pesisir Selatan. (2024). Kabupaten Pesisir Selatan Dalam Angka 2024 (Vol. 44). Painan: BPS Kabupaten Pesisir Selatan. ISSN 0215-3688.
BPOM. (2015). Materi Edukasi Tentang Peduli Obat dan Pangan Aman. Badan Pengawas Obat dan Makanan
Depkes RI. (2008). Materi Pelatihan Peningkatan pengetahuan Dan Keterampilan memilih Obat Bagi Tenaga Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan, Departemen Kesehatan RI.
Depkes RI. (2009). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Departemen Kesehatan RI
Hamzah, D. F., & Rafsanjani, T. M. (2022). Pengaruh pemberian edukasi dan simulasi DAGUSIBU terhadap pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan obat rasional di tingkat keluarga. JUMANTIK: Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan, 7(3), 247–253
IAI. (2014). Pedoman Pelaksanaan Gerakan Keluarga Sadar Obat. Ikatan Apoteker Indonesia.
Karuniawati, H., Salsabila, A. S., Sikanaa, A. M., Saskia, A. T. P., Dewi, M. S. K., Hanjani, W. S., & Muhayaroh, M. (2024). Pengaruh edukasi DAGUSIBU obat terhadap peningkatan pengetahuan kader PKK di Dusun Sanggrahan Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Boyolali. Abdi Geomedisains, 5(1), 1–7.
Lutfiyati, H., Yuliastuti, F., & Dianita, P. S. (2017). Pemberdayaan Kader PKK dalam Penerapan Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat dengan Baik dan Benar di Desa Pucanganom, Srumbung, Magelang. URECOL, 9–14.
Maziyyah, N. (2015) ‘Penyuluhan Penggunaan Obat yang Benar (DAGUSIBU) di Padukuhan Bakalan, Mlati, Sleman, Yogyakarta’, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 151, pp. 10 –17
Nasution, A. T. (2020). Filsafat Ilmu : Hakikat Mencari Pengetahuan.
Notoatmodjo, S. (2014). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. In ANALISIS KEPUASAN NASABAH TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO).
Octavia, D.R., Susanti, I. & Mahaputra Kusuma Negara, S.B. (2020) ‘Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Dan Pengelolaan Obat Yang Rasional Melalui Penyuluhan Dagusibu’, GEMASSIKA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), p. 23. doi:10.30787/gemassika.v4i1.401
Pujiastuti, A., & Kristiani, M. (2019). Sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) obat dengan benar pada guru dan karyawan SMA Theresiana I Semarang. Indonesian Journal of Community Services, 1(1), 62–72.
Raini, M., & Isnawati, A. (2017). Profil Obat Diare yang Disimpan di Rumah Tangga di Indonesia Tahun 2013. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 26(4), 227–234. https://doi.org/10.22435/MPK.V26I4.4704.227-234
RISKESDAS. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Rosti, D. A., & Wahyuningsih, S. (2023). Penyimpanan dan pembuangan obat pada masyarakat serta estimasi nilai ekonomi obat yang tidak digunakan (narrative review). Jurnal Analisis Bisnis dan Bisnis (JABB), 4(2), 1283–1284
Sanifah, L. J. (2018). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Keluarga Tentang Perawatan Activities Daily Living (ADL) Pada Lansia.
Ulfa, A. M., Sunowo, J., Muliyanti, R., Putri, R. A., & Liani, R. (2024). Pengaruh edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) sediaan obat sirup anak terhadap tingkat pengetahuan ibu di Langkapura Bandar Lampung. Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati, 7(2), 249–257.
Weraman, P. (2024). Pengaruh akses terhadap pelayanan kesehatan primer terhadap tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(3), 9142–9143.
WHO. (2020). Disposal of Unused Medicines: What You Should Know. https://www.fda.gov/drugs/safe-disposalmedicines/disposal-unused-medicineswhat-you-should-know
Wiputri, O. I., Afifah, W., Az Zahra, A. N., Nur Syamsiyah, D. F., Nurjannah, E. S., & Firdausi, N. H. (2024). Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat sebagai Media Peningkatan Kesadaran Mahasiswa Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya. SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(6).
Zulbayu, L. O. M. A., Nasir, N., Awaliyah, N. H., & Juliansyah, R. (2021). Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) Obat di Desa Puasana, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 2(2), 46–47.
Copyright (c) 2025 Yahdian Rasyadi, Elsa Marsellinda, Wida Ningsih, Fitri Wahyuni, Yesi Mahdawanci, Selvi Merwanta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








