Revitalisasi Simbolik Istana Alwatzikhoebillah Sambas Pasca-Kolonial
Pelestarian Warisan Budaya Melayu dalam Perspektif Sejarah Material (2025)
Abstract
The Symbolic Revitalization of the Alwatzikhoebillah Palace in Post-Colonial Sambas: Preserving Malay Cultural Heritage from a Material History Perspective (2025) examines how the Alwatzikhoebillah Palace was managed and preserved as a form of cultural heritage representing the center of power of the Sambas Sultanate and a symbol of Malay cultural identity. This research uses historical methods with a qualitative approach, through heuristics, verification, interpretation, and historiography. Data collected from palace archives, colonial documents, old photographs, government records, and interviews with prominent figures and the families of the heirs were then analyzed to understand the palace's physical condition, social function, and symbolic meaning as of 2025. The results indicate that several parts of the building, such as the roof, ceiling, and foundation, have deteriorated, necessitating preservation efforts. Conservation efforts include the rehabilitation of building materials, regulation-based conservation, and the preservation of the palace's original form, through collaboration between the government and the community. These efforts not only prevent the loss of historical and cultural value but also strengthen local identity and provide a means of historical education for future generations.
References
Andres, B., Betlej, I., Nowacka, M., & Boruszewski, P. (2024). Analysis of the Factors Leading to the Degradation of Wooden Cultural Heritage Based on the Example of a 16th-Century Sacred Monument in Poland. Applied Sciences, 14(24), 11475.https://doi.org/10.3390/app142411475
Arahman, A., Afifuddin, M., & Yusuf, S. (2018). Studi konservasi bangunan cagar budaya di dalam kawasan rencana pengembangan pelabuhan bebas Sabang. Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan, 1(1), 43-52.
Bahri, S., Kusnoto, Y., Wibowo, B., Hidayat, S., Purmintasari, Y. D., Rivasintha, E., & Superman, S. (2019). Upaya pelestarian cagar budaya hollandsch inlandsche school (HIS) pertama di pontianak. GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(1), 146-157. https://doi.org/10.31571/gervasi.v3i1.1222.
BPK RI, Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Sambas Nomor 2 Tahun 2019 Pelestarian Kebudayaan, https://peraturan.bpk.go.id/Details/142656/perda-kab-sambas-no-2-tahun-2019, diakses pada tanggal 27 Desember 2025, pukul 17.25 wib.
Corong Kasus,Memperingati Hari Jadi Kota Sambas Ke-394 “Menebar Berkah, Menuai Berkemajuan”, diakses pada tanggal 9 Juli 2025, dalam https://corongkasus.com/memperingati-hari-jadi-kota-sambas-ke-394-menebar-berkah-menuai-berkemajuan/
Damayanti, D. P., Agustiningtyas, R. S., & Kuswara, K. (2017). Analisis Jalur Kritis Penerapan Teknologi pada Konstruksi Atap Sirap Bambu. Jurnal Permukiman, 12(2), 95-107.https://doi.org/10.31815/jp.2017.12.95-107.
Elyanta, M. (2020). Peran Komunitas Aleut dalam pelestarian bangunan cagar budaya Kota Bandung. Khasanah Ilmu-Jurnal Pariwisata dan Budaya, 11(1), 33-40.https://doi.org/10.31294/khi.v11i1.7750.
Fahreza, A., & Sastrosasmito, S. (2018). Semiotic Study on the Elements of Architectural Spaces in the Compound of Istana Alwatzikhoebillah Sambas (Case Study: Istana Kesulthanan Islam Sambas, Kalimantan Barat). Journal of Architectural Research and Design Studies, 2(1), 37-49.https://doi.org/10.20885/jars.vol2.iss1.art.5.
Fathoni, M. I., & Astuti, D. W. (2020, July). Upaya Pelestarian Bangunan Jawa dalam Mempertahankan Eksistensinya. In Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur (pp. 512-522).
Fitriyanto, A., Wijono, D., & Kurniawan, H. (2021). Arsitektur Ruang Istana Alwatzikhoebillah Kesultanan Sambas Kalimantan Barat. GEWANG: Gerbang Wacana dan Rancang Arsitektur, 3(1), 7-12. https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/gewang/article/view/4087/2559.
Herawati, R. (2016). Implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Terhadap Pelestarian Benda Cagar Budaya Di Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang. Hukum Dan Masyarakat Madani, 6(1), 59-73.https://doi.org/10.26623/humani.v6i1.854.
Kemendikbudristek. Budaya kita, https://referensi.data.kemendikdasmen.go.id/budayakita/cagarbudaya/objek/KB000457, di akses pada tanggal 27 Desember 2025, pukul 19.10 wib.
Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Latifah, N. L., Subekti, B., & Sulistiawan, A. P. (2023). Pemeliharaan dan Perawatan Gedung SMA Belitung sebagai Salah Satu Upaya dalam Pelestarian Bangunan Cagar Budaya di Bandung. REKA KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 73-87.https://doi.org/10.26760/rekakarya.v2i1.
Leiden University Libraries, Leiden University Libraries Digital Collections, https://digitalcollections.universiteitleiden.nl/view/item/3183308#page/2/mode/1u, diakses pada tanggal 27 Desember 2025, pukul 16.10 wib.
Lestari, D., Kurnia, H., Ningtyas, D. N., & Khasanah, I. L. (2021). Peran Keraton Kasepuhan Cirebon Sebagai Pusat Pemeliharaan dan Pembangunan Budaya. Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 1(2), 98-113.https://doi.org/10.47200/aossagcj.v1i2.1848.
Mughni, A., Sutrisno, E., & Hidayat, M. T. (2025). Manajemen Strategi Pelestarian Cagar Budaya Dalam Konteks Peningkatan Kinerja Pelayanan Publik (Studi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon). COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 4(12), 5709-5718.https://doi.org/10.59141/comserva.v4i12.3088.
Norita, N., Zain, Z., & Purnomo, Y. (2022). Metode Identifikasi Kerusakan Elemen Fisik Bangunan Heritage Dengan Building Information Modeling (BIM) Studi Kasus Istana Alwatzikhoebillah Sambas. JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur, 10(2), 482-491.https://doi.org/10.26418/jmars.v10i2.57152.
Pasaribu, Y. A. (2016). Permasalahan Pendaftaran dan Penetapan Cagar Budaya di Tingkat Pemerintah Daerah; Kinerja Program Pendukungan Pendaftaran dan Penetapan Cagar Budaya Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Hingga September 2016. Jurnal Konservasi Cagar Budaya, 10(1), 64-69.
PDBI, Istana Alwatzikhoebillah, https://budaya-indonesia.org/Istana-Alwatzikhoebillah, diakses pada tanggal 27 Desember 2025, pukul 15.40 wib.
Posha, B. Y. (2024). Sultan Muhammad Mulia Ibrahim Syafiuddin in Islamic civilization at Sambas 1931-1943: restructuring of Islam government and infrastructure development. Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya., 25(1), 18-37.
-------. (2023). Museum dan Museologi Sebuah Pengantar. Sumatra Barat: PT Insan Cendekia Mandiri Group.
Prabowo, W., & Yuuwono, A. B. (2021). Kajian pelestarian dan pemeliharaan bangunan cagar budaya di Surakarta. Jurnal Teknik Sipil Dan Arsitektur, 26(2), 51-61.
Pratiwi, D. I., Zahra, J. A. A., & Aliyah, I. (2022). Konservasi Kawasan Heritage (Studi Kasus: Koridor Jalan Braga, Kota Bandung, Indonesia). Cakra Wisata, 23(2), 34-52.
Purnomo, S., Suryanto, J., Darma, I. S., & Ardiyanto, A. (2021). Penyelidikan Struktur Bangunan Cagar Budaya Pasar Johar Semarang. Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti, 19(2), 114-126.
Puspitasari, A. Y., & Yuliani, E. (2019). Konsep pemanfaatan bangunan cagar budaya di Kawasan Kota Lama Semarang. Jurnal Planologi, 16(1), 121-135.Doi:http://dx.doi.org/10.30659/jpsa.v16i1.4385.
Putra, D. D., Sahrul Bahtiar, F., Nizam Rifqi, A., & Mardiyanto, V. (2023). Preservasi Digital Warisan Budaya: Sebuah Ulasan. Jurnal Pustaka Ilmiah, 9(2), 85.https://doi.org/10.20961/jpi.v9i2.77398.
Putri, S. O., & Kharismawan, R. (2016). Integrasi Budaya dan Alam dalam Preservasi Candi Gambarwetan. Jurnal Sains dan Seni ITS, 5(2), 131251.
Rahmanto, N. I., Setiawan, B., & Marsoyo, A. (2018). Advice Planning Dp2Wb dalam Pelestarian Bangunan Cagar Budaya: Kasus Perkotaan Yogyakarta. Sejarah dan Budaya, Thn ke, 12(2), 146-158.https://doi.org/10.17977/um020v12i22017p146.
Rangkuti, W. W. K., & Hartono, H. D. (2020). Upaya pelestarian bangunan cagar budaya pada kawasan Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat. Jurnal Riset Arsitektur, 4(1), 1-14.https://doi.org/10.26593/risa.v4i1.3683.1-14.
Roelofsen van Amstel, Willem. Laporan Administratif Sambas Tahun 1927, Arsip Belanda di Leiden, Kode Arsip: 112-B/SAMBAS.
Rubiantoro, E. A. (2018). Kajian Konservasi Bangunan Cagar Budaya pada Koridor Jl. Kepodang Kota Semarang. Jurnal Riptek, 12(1), 89-96.https://doi.org/10.35475/riptek.v12i1.19.
Sabarno, S., Halini, H., Rustam, R., & Fitriawan, D. (2022). Etnomatematika pada Keraton Alwatzikhoebillah Sambas Sebagai Sumber Belajar Matematika Materi Geometri. EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 5(1), 1-12.https://doi.org/10.46918/equals.v5i1.1196.
Sites, G. T. H. (2019). International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding.http://dx.doi.org/10.18415/ijmmu.v6i5.1188.
Soraya Firdausy & Ibnul Qayyim. 2023. Strategi Komunikasi Digital Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan. Makassar: CV. Tohar Media.
Sugiyanto, B. (2022). Era Baru Dalam Kemitraan Pengelolaan Cagar Budaya: Studi Kasus Kalimantan. Naditira Widya, 16(2), 165-176.https://ejournal.brin.go.id/nw/article/view/5638.
Sunandar, TinjauanAwal Sejarah Sosial Hubungan Sambas dan Sarawak (An Early Review of the Social History between Sambas and Sarawak), BITARA International Journal of Civilizational Studies and Human Sciences, Vol. 2, No. 2, 2019, hal. 37-52.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya, https://bphn.go.id/data/documents/10uu011.pdf?utm_source, di akses pada tanggal 27 Desember 2025, pukul 20.04 wib.
Wawancara dengan Endang Sri Muningsih, (56 tahun) selaku Permaisuri Bunda Ratu Keraton Sambas, pada tanggal 16 Juni 2025, pukul 09.52 wib.
Wawancara dengan Pangeran Ratu Muhammad Tarhan(30 tahun), selaku ahli waris pemilik bangunan Istana Alwatzikhoebillah Sambas, pada tanggal 15 Juni 2025, pukul 21.35 wib.
Wawancara dengan Yayan (47 Tahun) selaku Guru SejarahSMAN 2Sambas, pada tanggal 16 Juni 2025, pukul 09.45 wib.
Widianti, A. N. K. (2017). Preservasi Rumah Adat Desa Sade Rembitan Lombok Sebagai Upaya Konservasi. Vitruvian: Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan, 6(3), 185916.
Wismantoro, B. D., & Winarno, S. (2024). Analisis kerusakan dan upaya pencegahannya pada bangunan bersejarah di yogyakarta. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 42-48.https://doi.org/10.23917/sinektika.v21i1.2490.
Zain, Z., Khaliesh, H., & Vica, M. Karakteristik Bentuk Ornamen pada Bangunan Bersejarah Istana Kadariah Pontianak dan Keraton Alwazikhoebillah Sambas Di Kalimantan Barat. MODUL, 24(1), 11-21.https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul/article/view/58867.
Copyright (c) 2025 Beti Yanuri Posha, Deki Azani, Nur Anisa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
















