Penambangan Emas oleh Masyarakat di Sungai Muara Batang Gadis Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal Menurut UU No 3 Tahun 2020 dan Siyāsah Dustūriyyah

  • Khaidir Ali Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Ilhamsyah Pasaribu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Keywords: Gold Mining, People's Mining Area, People's Mining Permit, Siyāsah Dustūriyyah

Abstract

This study analyzes gold mining activities conducted by local communities in the Muara Batang Gadis River, Kotanopan District, Mandailing Natal Regency, based on Law Number 3 of 2020 and the perspective of siyāsah dustūriyyah. This study aims to examine the legal framework governing community mining permits, the implementation of licensing requirements for community gold mining activities, and the exercise of governmental authority in the legalization process. This research employs an empirical juridical method using statutory, conceptual, and socio-legal approaches. Primary data were obtained through interviews with the Head of Kotanopan District and community miners, while secondary data were collected from legislation, scholarly literature, and relevant documents. The data were analyzed descriptively and qualitatively by comparing legal provisions with empirical conditions concerning the status of the People's Mining Area (WPR), People's Mining Permit (IPR), and governmental authority. The findings show that community gold mining activities do not yet have IPRs because the mining location has not been designated as a WPR, which constitutes the territorial basis for applying for an IPR. The community has submitted its aspirations to the government for WPR designation and access to legalization. From the perspective of siyāsah dustūriyyah, the government is required to exercise its authority based on the principles of al-‘adālah, al-maṣlaḥah, and amānah by providing legal certainty and facilitating the legalization process in accordance with applicable laws.

References

Adranyi, E., Stringer, L. C., & Altink, H. (2024). Artisanal and small-scale gold mining governance and cross-sectoral policy coherence in Ghana. Resources Policy, 96, 105235. https://doi.org/10.1016/j.resourpol.2024.105235

Alamri, M. S. (2025). Tinjauan hukum pemberian izin pertambangan rakyat di atas tanah milik pribadi. Lex Administratum, 13(1).

AlMubarok, A., Nurhayati, A., & Burhanuddin, A. (2025). Pengelolaan pertambangan mineral dan batu bara perspektif siyāsah dustūriyyah. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4). https://doi.org/10.23969/jp.v10i4.36652

Andhika, B., Saebani, B. A., & Rizal, L. F. (2024). Pelaksanaan kebijakan dan strategi daerah (Jakstrada) oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi menurut siyāsah dustūriyyah. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(1), 651–660. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i1.6488⁠

Cordy, J., et al. (2023). Environment degradation, health threats, and legality at the artisanal small-scale gold mining sites in Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(18), 6774.

Devi, B., Lahiri-Dutt, K., Beavis, S., & Lal, A. (2024). Gendered informal gold trading in Indonesia: Case studies from Central Kalimantan. The Extractive Industries and Society, 20, 101553. https://doi.org/10.1016/j.exis.2024.101553⁠

Fauzi, M., et al. (2023). The existence of artisanal small-scale gold mining in Indonesia, the impact of public health and environmental sustainability: A narrative review. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(2).

Iqbal, M. (2014). Fiqh siyāsah: Kontekstualisasi doktrin politik Islam. Prenadamedia Group.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur'an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2024). Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 153.K/MB.01/MEM.B/2024 tentang dokumen pengelolaan Wilayah Pertambangan Rakyat.

Lombah, R. A., Jaya, A., Kembarawati, Taufik, E. N., Antang, E. U., & Damanik, Z. (2022). Kebijakan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dalam pengendalian kerusakan lingkungan pertambangan emas skala kecil. Jurnal Penelitian UPR: Kaharati, 1(2), 40–54. https://doi.org/10.52850/jptupr.v1i2.4096

Meutia, A. A., Bachriadi, D., & Gafur, N. A. (2023). Environment degradation, health threats, and legality at the artisanal small-scale gold mining sites in Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(18), 6774. https://doi.org/10.3390/ijerph20186774

Melati, X. M., & Panjaitan, B. S. (2025). Criminal law enforcement against illegal gold mining (Study of Decision No. 153/Pid.Sus/2023/PN.Mdl). Rechtsidee, 13(2). https://doi.org/10.21070/jihr.v13i2.1066

Miftahudin. (2022). [Kajian siyāsah dustūriyyah tentang perlindungan lingkungan]. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.

Mora, L., Arifin, Z., & Valentina, T. R. (2023). Analisis konflik pemerintah daerah dengan masyarakat dalam aktivitas pertambangan emas ilegal di Desa Hutabargot Nauli Kabupaten Mandailing Natal. Journal of Politics and Democracy, 3(1), 30–38. https://doi.org/10.61183/polikrasi.v3i1.24

Noor, A. F., & Siregar, P. A. S. (2026). Law enforcement against environmental damage due to illegal gold mining: Study in Mandailing Natal Regency. Inspiring Law Journal, 4(1).

Nopliardy, N., et al. (2025). Politik hukum pengelolaan sumber daya air dalam perspektif fiqh siyāsah dustūriyyah. Al-'Adl: Jurnal Hukum, 17(1).

Pemerintah Republik Indonesia. (2020). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Pemerintah Republik Indonesia. (2021a). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 96 Tahun 2021 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. JDIH Kementerian Keuangan.

Pemerintah Republik Indonesia. (2021b). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2022 tentang pendelegasian pemberian perizinan berusaha di bidang pertambangan mineral dan batubara.

Pemerintah Republik Indonesia. (2024). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2024 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara.

Pemerintah Republik Indonesia. (2025). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2025 tentang perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. Peraturan BPK.

Pulungan, J. S. (2016). Fiqh siyāsah: Ajaran, sejarah, dan pemikiran. Rajawali Pers.

Reginaldy, B., Yusuf, R., Rahmania, N. V., Nadifa, S., & Husain, F. P. (2025). Efektivitas izin pertambangan emas rakyat di wilayah Ratatotok Sulawesi Utara terhadap pertambangan emas ilegal. Jurnal Hukum & Pembangunan, 55(2).

Saleh, A., & Imawan, R. (2025). Pendekatan Comdev dan pengembangan wilayah untuk mitigasi pertambangan emas ilegal: Studi kasus Kabupaten Mandailing Natal. Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora.

Siahaan, R. H., Suhardin, Y., & Pelawi, J. T. (2025). A case study of criminal and civil legal action facing illegal gold mining violations in Mandailing Natal, Indonesia. Veredas do Direito, 22(2). https://doi.org/10.18623/rvd.v22.n2.3162

Soesilo, T. E. B., Hawa, N. I., & Nuraeni. (2024). Environmental health impacts of small-scale gold mining in East Indonesia: Mercury pollution and nature conservation. Journal of Sustainable Mining, 23(3), 251–260. https://doi.org/10.46873/2300-3960.1419

Sukardja, A. (2022). Hukum tata negara dan siyāsah dusturiyyah. Kencana.

Syarif, M. I., & Zada, K. (2008). Fiqh siyāsah: Doktrin dan pemikiran politik Islam. Erlangga.

Wijayanti, D., Munir, S., & Syalafiyah, N. (2024). Tinjauan hukum siyāsah terhadap kebijakan publik dalam penanganan lingkungan hidup. Islamic Law: Jurnal Siyāsah, 9(2). https://doi.org/10.53429/iljs.v9i2.598

Zahrah, M. (2020). Siyāsah dusturiyyah. Pustaka Firdaus.

Published
2026-08-28