Psikologi Pendidikan Islam Sebagai Basis Pendidikan Inklusif: Telaah Konseptual
Abstract
Pendidikan merupakan sarana fundamental dalam membentuk kualitas manusia dan menciptakan masyarakat yang beradab serta berkeadilan. Dalam konteks pendidikan modern, muncul kebutuhan mendesak untuk mengembangkan model pendidikan inklusif yang tidak hanya menekankan akses fisik, tetapi juga aspek moral, spiritual, dan sosial peserta didik. Namun, pendidikan inklusif selama ini masih didominasi oleh pendekatan formalistik dan sekuler, sehingga belum sepenuhnya menyediakan kerangka konseptual yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah literatur akademik, jurnal bereputasi, serta dokumen kebijakan internasional yang relevan, kemudian dianalisis melalui pendekatan analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, kesenjangan, dan peluang integrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Psikologi Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menyediakan kerangka konseptual sekaligus praktis bagi pendidikan inklusif, dengan mengintegrasikan nilai ‘adl (keadilan), rahmah (kasih sayang), dan ukhuwah (persaudaraan) dengan teori psikologi modern. Integrasi ini memperluas pemahaman pendidikan inklusif dari sekadar akses administratif menuju penciptaan lingkungan belajar yang humanis, adaptif, dan kontekstual. Selain itu, temuan memperlihatkan bahwa Psikologi Pendidikan Islam mampu mengatasi keterbatasan instrumen pedagogis, memperkuat fondasi teoretis, dan memberikan solusi atas tantangan implementasi pendidikan inklusif yang kaku. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Psikologi Pendidikan Islam dapat berfungsi sebagai solusi fundamental dalam mewujudkan sistem pendidikan inklusif yang berkeadilan dan berkeadaban. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya integrasi Psikologi Pendidikan Islam dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan dasar Islam untuk memperkuat kualitas pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.
References
Bahri, S. (2017). Paradigma Pembelajaran Conditioning dalam Perspektif Pendidikan Islam Samsul Bahri. Tadris, 12(2), 196–213.
Baum, S., Payton, J., & Mitra, S. (2021). AI in Education: Benefits and Challenges. UNESCO.
Hartawan, I. M. (2022). Pengembangan Karakter Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Inovatif. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 10(1), 93–98. https://doi.org/10.23887/paud.v10i1.45773
Ika Leli Erawati Risma Margaretha Sinaga, S. (2016). Pendidikan Karakter Bangsa Pada Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Pendidikan Inklusif. Jurnal Studi Sosial/Journal of Social Studies, 4(1).
Jalaluddin. (2018). Psikologi Pendidikan Islam. Pustaka Pelajar.
Kasturi, A., Aura, D., Suseno, N. D. O., & Hilmayati, S. (2024). Pendidikan Inklusif Dalam Toleransi Beragama. Tsaqofah, 4(1), 632–639. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v4i1.2537
Munjiat, S. M., Rifa’i, A., Jamali, J., & Fatimah, S. (2023). Progressivism of Multicultural Islamic Education. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(3), 572–582. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v4i3.509
Nugroho, M. A. (2016). Pendidikan Islam Berwawasan Multikultural; Sebuah Upaya Membangun Pemahaman Keberagamaan Inklusif pada Umat Muslim. MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 8(1), 31–60. https://doi.org/10.18326/mdr.v8i1.31-60
Sunanto, J. dan H. (2016). Desain Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus dalam Kelas Inklusif. Jassi Anakku, 17(1), 47–55.
Syed M. Naquib al-Attas. (2003). Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam. Mizan.
UNESCO. (2020). The UNESCO ICT Competency Framework for Teachers (ICT-CFT). [Online]. Teachers (ICT-CFT).
United Nations Education, S. and C. (2010). Organization (UNESCO) dan International Bureal of Education, World Data on Education. VII Ed.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.
Copyright (c) 2025 Dede Hidayat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All material published by CBJIS is protected by international copyright and intellectual property laws. CBJIS is licensed under CC-BY-SA or an equivalent license as an optimal license for the publication, distribution, use and reuse of scientific works. The author owns the copyright and gives the first publication rights journal with the work being licensed simultaneously under CC-BY-SA; Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in an institutional repository or on their website) before and during the submission process, because it can lead to productive exchanges, as well as earlier and larger excerpts of works published with recognition of author's work and early publications in this journal (See Effects of Open Access). and any views expressed in this work are those of the author and not of the Editorial Board of the CBJIS Scientific Journal. CBJIS cannot be held responsible for the views, opinions and written statements of the authors or researchers published in this journal.
.gif)





