Hubungan Kewenangan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara dengan Gubernur dan Bupati dalam Sistem Desentralisasi Asimetris Perspektif Siyasah Dusturiyah
Abstract
This study is motivated by the unclear boundaries and potential overlap of authority between the Head of the Nusantara Capital Authority and the Governor of East Kalimantan, as well as the Regents of North Penajam Paser and Kutai Kartanegara. This condition raises questions concerning how the distribution of authority among these institutions should be constructed within the framework of asymmetric decentralization and to what extent such distribution can operate effectively. This study aims to analyze the construction of authority relations between the Head of the Nusantara Capital Authority and the Governors and Regents, the characteristics of asymmetric decentralization in the distribution of authority, and these relations from the perspective of siyasah dusturiyah. This normative legal study employs statutory, conceptual, and siyasah dusturiyah approaches. The findings indicate that the relationship between the Head of the Nusantara Capital Authority and regional governments is not hierarchical but intergovernmental, with authority defined by territorial jurisdiction, governmental affairs, legal basis, and institutional functions. Asymmetric decentralization in Nusantara grants broader authority to the Authority to support its strategic national functions; however, its effectiveness depends on clear boundaries of authority, coordination, oversight, and accountability. From the perspective of siyasah dusturiyah, this arrangement is acceptable insofar as the exercise of authority is based on the principles of amanah, justice, consultation, and public welfare.
References
Al-Bukhari, M. I. (2002). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Dār Ibn Kathīr.
Al-Ghazali, A. H. (1993). Al-Mustaṣfā min ‘ilm al-uṣūl. Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Mawardi, A. H. (2006). Al-Aḥkām al-sulṭāniyyah wa al-wilāyāt al-dīniyyah. Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum. (2024). Analisis yuridis kedudukan Otorita Ibu Kota Nusantara Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 perspektif siyasah dusturiyah, 4(2), 112–120. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5003
Amiruddin, & Asikin, Z. (2016). Pengantar penelitian hukum. Rajawali Pers.
Ariyanti, A. D., & Pramono, S. (2024). Memahami kekhususan Ibu Kota Nusantara dalam perspektif sistem pemerintahan asimetris. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 9(11).https://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax literate/article/download/52278/10898
Badan Pusat Statistik. (2024). Distribusi produk domestik bruto Indonesia menurut pulau tahun 2023. Badan Pusat Statistik.
Departemen Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Hafizal, A. (2023). Pengangkatan Kepala Otorita IKN perspektif fiqh siyasah dusturiyah [Skripsi, UIN Raden Intan Lampung]. UIN Raden Intan Lampung Repository. https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/30337
Hadjon, P. M. (2011). Pengantar hukum administrasi Indonesia. Gadjah Mada University Press.
Huda, N. (2021). Desentralisasi asimetris dalam NKRI: Kajian terhadap daerah khusus dan istimewa. Nusa Media.
Ibrahim, J. (2013). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Bayumedia Publishing.
Kementerian PPN/Bappenas. (2020). Naskah akademik pemindahan ibu kota negara. Kementerian PPN/Bappenas.
Kurniawan, D. (2025). Otorita IKN dalam status kelembagaan dan hubungan pembagian kekuasaan pusat dengan daerah. Jurnal Konstitusi, 22(1), 178–205. https://doi.org/10.31078/jk2219
Khallaf, A. W. (2003). Al-siyāsah al-syar‘iyyah. Dār al-Anṣār.
Revisi Proposal Jurnal Vina Amanda.pdf
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (Edisi revisi). Kencana.
Mulyaningsih, R. (2022). Kedudukan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara dalam perspektif hukum otonomi daerah. Lex Renaissance, 7(2), 296–309. https://doi.org/10.20885/JLR.vol7.iss2.art6
Nugroho, D. (2022). Bentuk dan kekhususan Ibu Kota Negara Nusantara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. The Indonesian Journal of Politics and Policy, 4(1), 53–62. https://doi.org/10.35706/ijpp.v4i1.6527
Nugrohosudin, E. (2022). Kedudukan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022. Jurnal Legislatif, 5(2), 79–90. https://doi.org/10.20956/jl.v5i2.21002
Nurdin, M. R. (2022). Desentralisasi dan kekhususan pelaksanaan otonomi daerah Otorita Ibu Kota Nusantara. Lex Renaissance, 7(3), 617–633. https://doi.org/10.20885/JLR.vol7.iss3.art12
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2023 tentang Kewenangan Khusus Otorita Ibu Kota Nusantara. (2023). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6876.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2022 tentang Otorita Ibu Kota Nusantara. (2022). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 102.
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6766.
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6864.
Ria, S. N., Dwiwani, N. Z. O., Naufal, A. F., Lumban Gaol, P., Putra, M. D., & Susanti, P. (2025). Analisis yuridis pengaruh kedudukan Otorita IKN terhadap kewenangan pemerintah daerah. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 13(1), 51–60. https://doi.org/10.6679/jzv0av65
Setiawan, R. (2026). Analisis yuridis kedudukan Otorita IKN sebagai pemerintahan daerah khusus dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Contemporary Law Journal, 3(1), 70–84. https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/CLJ/article/view/5491
Situmorang, J. P. J., Situmorang, T. J. S. M., & Marcell, L. (2025). Analisis kedudukan kepala pemerintahan Ibu Kota Nusantara dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 berdasarkan sistem pemerintahan daerah. Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik, 2(4), 33–46. https://doi.org/10.62383/demokrasi.v2i4.1368
Soekanto, S. (2014). Metode penelitian hukum. UI Press.
Sunggono, B. (2016). Metodologi penelitian hukum. Rajawali Pers.
Susanti, B. (2023). Problematika demokrasi dalam pembentukan Otorita IKN. Jurnal Konstitusi, 20(2), 150–163. https://jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk
Yorman, & Abdul Wahab. (2024). Kedudukan Otorita Ibu Kota Nusantara dalam sistem pemerintahan daerah khusus ditinjau dari prinsip desentralisasi asimetris dan akuntabilitas demokratik. Jurnal Perlindungan Masyarakat: Bestuur Praesidium, 1(2), 82–92. https://ejournal.ipdn.ac.id/jpa/article/view/6429
Copyright (c) 2026 Vina Amanda, Khalid

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
















