PERAN NAHDATUL ULAMA (NU) DALAM MENJAGA KEBERAGAMAN DAN TOLERANSI BERAGAMA
Abstract
Dakwah Nahdatul Ulama menjadi sangat penting dalam menjalankan perannya yaitu dalam menjaga toleransi, kerukunan, dan pluralisme di Indonesia. NU terus berupaya untuk menyesuaikan dakwahnya dengan kondisi sosial yang semakin hari semakin mengalami perubahan dan tentunya dengan tantangan yang beraneka ragam. Oleh sebab itu pentingnya untuk mendalami dan menyelidiki lebih dalam lagi bagaimana peran NU dalam menjaga keberagaman dan toleransi beragama ditengah masyarakat yang semakin maju di era globalisasi ini. Tulisan ini akan menjelaskan konsep peran Nahdatul Ulama dalam menjaga keberagaman dan toleransi beragama melalui metode penelitian studi kajian literatur. Adapun hasil penelitiannya bahwa Peran NU dalam Menjaga keberagaman dan toleransi beragama dengan menerapkan lima prinsip aswaja dalam kehidupan masyarakat yaitu Tasamuh (toleransi), Tasawuth (moderat), I'tidal (keadilan), Tawazun (keseimbangan), dan Amar Ma'ruf Nahi Munkar (mengajak kebaikan dan mencegah keburukan). Selain prinsip tersebut peran ulama NU juga sangat penting sebagai pelopor dialog antar umat beragama dalam rangka menjaga toleransi dan ulama membawa kontribusi konstruktif dalam meredakan ketegangan dan membangun jembatan pemahaman di antara umat beragama.
References
Ali Rahim, Nahdatul Ulama (Peranan dan Sistem Pendidikannya), Jurnal Al hikmah Vol XIV nomor 2/2013
Andi Purwono, Organisasi Keagamaan dan Keamanan Internasional: Beberapa prinsip dan diplomatik Nahdatul Ulama (NU) Indonesia, Jurnal Politik Profetik Volume 2 Nomor 2 Tahun 2013
Fahmi, M. (2013). Pendidikan Aswaja NU Dalam Konteks Pluralisme. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal Of Islamic Education Studies), 1(1), 161-179. https://doi.org/10.15642/jpai.2013.1.1.161-179
Mufid, A. S. (2013). Paham Ahlu Sunnah Wal Jama’ah Dan Tantangan Kontemporer Dalam Pemikiran Dan Gerakan Islam Di Indonesia. Harmoni, 12(3), 8–18. Retrieved from https://jurnalharmoni. kemenag.go.id/index.php/harmoni/article/view/149
Qodir, Z. (2016). Kaum Muda, Intoleransi, dan Radikalisme Agama. Jurnal Studi Pemuda, 5(1), 429-445. https://doi.org/10.22146/studipemuda ugm.37127
Rofiq, A. (2019). Living Aswaja Sebagai Model Penguatan Pendidikan Anti Radikalisme Di Pesantren. Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam, 16(1), 1-13. https://doi.org/10.34001/tarbawi.v16i1.997
Vinkasari, E., et.al. (2020). Toleransi Antar Umat Beragama Di Indonesia Untuk Mempertahankan Kerukunan. Prosiding HUBISINTEK, Volume 1, 67-71. Retrieved from https://ojs.udb.ac.id/index.php/HUBISINTEK/ article/view/980
ST sariroh, Ali, Amri, Syukur (2022). Doktrin Keagamaan Nahdatul Ulama Sebagai Role Model Toleransi Beragama. Poros Onim: Jurnal Sosial Keagamaan, Volume 3, Nomor 2, Desember 2022, 102-113, DOI: 10.53491/porosonim. v3i2.358
Nasikhin, Raharjo, Moderasi Beragama Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah dalam Konsep Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan, Jurnal riset dan kajian keislaman, DOI: 10.35878/Islamic review. v11. i1.371
Fathurrohman, Aswaja NU dan Toleransi Umat Beragama, Jurnal Review Politik Volume 02, Nomor 01, Juni 2012
Wahid, Abdurrahman. 2006. Islamku Islam Anda Islam Kita. Jakarta: TheWahid Institute.
Yazkiyyah Yatasha, Ahmad Zuhri, Abrar M. Dawud Faza, Peran NU dalam Penguatan Nilai-nilai Moderasi Beragama, STUDIA SOSIA RELIGI Volume 6 Nomor 2, Juli - Desember 2023



