PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP PENGANGGURAN DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2017-2020
Abstract
Pengangguran merupakan jumlah tenaga kerja dalam perekonomian yang secara aktif mencari pekerjaan tetapi belum memperolehnya. Islam memandang bahwa pengangguran dapat mematikan kemampuan fisik dan berpikir manusia. Penelitian ini bertujuan Penelitian ini tentang pengaruh tingkat pendidikan dan pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Barat tahun 2017-2020. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data yang digunakan yaitu data sekunder yang didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat dan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam angka 2021 dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda data panel yaitu gabungan antara data runtut waktu (time series) pada periode tahun 2017-2020 dan data silang (cross section) dari 12 kabupaten dan 2 kota di Provinsi Kalimantan Barat (Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Landak, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Melawi, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Kuburaya, Kota Pontianak dan Kota Singkawang). Hasil penelitian secara uji t (parsial) menunjukan bahwa variabel X1 yaitu tingkat pendidikan tidak berpengaruh terhadap pengangguran pada Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat tahun 2017-2020. Dan variabel X2 pertumbuhan ekonomi yaitu tidak singnifikan terhadap di kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan barat tahun 2017-2020. Besarnya pengaruh tingkat pendidikan dan pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran dilihat dari R-square sebasar 0.109 artinya variabel X1 dan variabel X2 berpengaruh terhadap Y sebesar 10,9% dan sisanya 89,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Secara uji F (simultan), berdasarkan hasil pada tabel ANOVA menunjukan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,046 sehingga < 0,05. Sehingga berdasarkan hipotesis bahwa H3 diterima. Dengan demikian variabel independen X1 dan X2 berpengaruh terhadap variabel Y sehingga hasilnya adalah tingkat pendidikan dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh terhadap pengangguran di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Barat tahun 2017-2020.
References
Djamil, Fathurrahman. (2013). Hukum Ekonomi Islam Sejarah, Teori, & Konsep, Jakarta : Sinar Grafika.
Kementerian Agama RI, (2007). Al-Qur’an dan Terjemahnya, Garut: CV Penerbit J-Art
PTO Penjelasan IV, 2014).”Jenis & Proses Pelaksanaan Bidang Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan”, Jakarta: Departemen dalam, Negri Direktorat Jendral Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, 58.
Safitri. (2021). “Peran Badan Amil Zakat Nasional (Basnas) Kabupaten Sambas dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat melalui Kampung Zakat di Desa Sulung Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas, dalam Skripsi Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta.
Sukirno, Sadono. (2006). Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah, & Dasar Kebijakan edisi kedua, Jakarta: Kencana.
Wawancara dengan Auzar, tanggal 13 juli 2021 di UPK Sejangkung.





