NIKAH SIRRI DALAM PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH (Analisis Terhadap Fatwa Majelis Ulama Indonesia)
Abstract
Nikah sirri merupakan praktik perkawinan yang dilakukan sesuai rukun dan syarat fiqh Islam, namun tidak dicatatkan secara resmi oleh negara. Praktik ini masih banyak ditemukan di Indonesia dan menimbulkan berbagai persoalan hukum dan sosial, terutama terkait perlindungan hak perempuan dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nikah sirri dalam perspektif maqasid syariah serta relevansinya dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan keharaman nikah sirri apabila menimbulkan mudarat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan maqasid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun nikah sirri sah secara fiqh, praktik tersebut bertentangan dengan tujuan syariah, khususnya dalam menjaga keturunan (hifz al-nasl), harta (hifz al-mal), serta jiwa dan martabat manusia (hifz al-nafs wa al-‘ird). Oleh karena itu, fatwa MUI tentang pengharaman nikah sirri sejalan dengan maqasid syariah dan hukum perkawinan nasional yang berorientasi pada kemaslahatan dan keadilan sosial.
References
Al-Ghazali. (1997). Al-Mustashfa min ‘Ilm al-Ushul. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Ali, Z. (2010). Hukum Perdata Islam di Indonesia. Sinar Grafika.
Amiruddin., & Asikin, Z. (2012). Pengantar Metode Penelitian Hukum. RajaGrafindo Persada.
Anshori, A. G. (2011). Hukum Perkawinan Islam. UII Press.
Anwar, S. (2013). Ijtihad jama’i Majelis Ulama Indonesia. Al-Ijtihad, 7(1). https://doi.org/10.15575/ijtihad.v7i1
Arifin, B. (2016). Nikah sirri dan kemaslahatan umat. Al-Hukama, 6(1). https://doi.org/10.15642/alhukama.2016
Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law. IIIT.
Auda, J. (2010). Maqasid al-shariah and legal reform. Journal of Islamic Law, 5(1). https://doi.org/10.2139/jil.2010
Djubaedah, N. (2010). Pencatatan Perkawinan dan Perkawinan Tidak Dicatat. Sinar Grafika.
Fadhilah, N. (2018). Nikah sirri dan perlindungan hak anak. Jurnal Hukum Islam, 10(1). https://doi.org/10.28918/jhi.v10i1
Fauzi, I. (2017). Perlindungan perempuan dalam praktik nikah sirri. Al-Qanun, 20(1). https://doi.org/10.15642/alqanun.2017
Hakim, L. (2020). Maqasid syariah dalam pembentukan hukum nasional. Jurnal Ilmu Syariah, 18(1). https://doi.org/10.22373/jis.v18i1
Hasanah, U. (2019). Maqasid syariah dan perlindungan hak anak. Al-Manahij, 13(2). https://doi.org/10.24090/mnh.v13i2
Huda, N. (2017). Pencatatan perkawinan dalam perspektif maqasid syariah. Ahkam (Jurnal Ilmu Syariah), 17(2). https://doi.org/10.15408/ajis.v17i2
Ibn Ashur, M. T. (2006). Maqasid al-Shariah al-Islamiyyah. Dar al-Nafais.
Kamali, M. H. (2008). Shari‘ah Law: An Introduction. Oneworld.
Karim, A. (2014). Marriage registration in Islamic law. Islamic Law Review, 9(1). https://doi.org/10.1007/islamiclawreview
Latif, A. (2018). Sadd al-dzari’ah in Islamic family law. Journal of Islamic Studies, 25(2). https://doi.org/10.1093/jis/ety012
Manan, A. (2006). Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia. Kencana.
Mardani. (2016). Hukum Keluarga Islam. Prenadamedia Group.
Munir, M. (2015). Nikah sirri dalam perspektif keadilan gender. Musawa (Jurnal Studi Gender dan Islam), 14(2). https://doi.org/10.14421/musawa.2015
Nasution, K. (2013). Hukum Perkawinan di Indonesia. Academia.
Nasution, K. (2015). Nikah sirri dan dampaknya terhadap hukum keluarga Islam. Al-Ahwal (Jurnal Hukum Keluarga Islam), 8(1). https://doi.org/10.14421/ahwal.2015.08101
Nurhadi. (2017). Pencatatan nikah sebagai kewajiban hukum. Mimbar Hukum, 29(2). https://doi.org/10.22146/jmh
Putri, R. (2021). Sirri marriage in contemporary Indonesia. Journal of Islamic Law Studies, 4(2). https://doi.org/10.22515/jils.v4i2
Qardhawi, Y. (2000). Fiqh al-Awlawiyat. Dar al-Shuruq.
Rahman, F. (1984). Islam and Modernity. University of Chicago Press.
Ridwan. (2016). Status anak hasil nikah sirri dalam hukum Islam. Jurnal Hukum dan Keadilan, 6(1). https://doi.org/10.24252/jhk.v6i1
Rohman, A. (2016). Fatwa MUI dan pembaruan hukum keluarga Islam. Al-Mazahib (Jurnal Pemikiran Hukum Islam), 4(2). https://doi.org/10.14421/almazahib.2016
Sabiq, S. (2006). Fiqh al-Sunnah. Dar al-Fikr.
Salim, A. (2015). Islamic law and state law in Indonesia. Studia Islamika, 22(3). https://doi.org/10.15408/sdi.v22i3
Sari, D. P. (2019). Legal consequences of sirri marriage. Indonesian Journal of Law, 11(2). https://doi.org/10.14710/ijl.v11i2
Shihab, M. Q. (2007). Perempuan. Lentera Hati.
Suryosubroto. (2009). Hukum Perkawinan Islam. RajaGrafindo Persada.
Wahyuni, S. (2018). Legal awareness and marriage registration. Jurnal Sosiolegal, 6(2). https://doi.org/10.22219/sosiolegal.v6i2
Yasin, M. (2020). Islamic family law reform. Journal of Muslim Societies, 12(1). https://doi.org/10.1080/jms.2020
Yusuf, M. (2014). Maqasid Syariah dalam Hukum Islam. UIN Press.
Zuhaily, W. (2011). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Dar al-Fikr.
Copyright (c) 2025 Nilhakim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





