METODE DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM KONTEKSTUAL
Abstract
Artikel ini mengkaji metode double movement Fazlur Rahman sebagai kerangka untuk mengembangkan pendidikan Islam yang kontekstual. Penelitian menggunakan kajian pustaka deskriptif-analitis terhadap karya primer Rahman dan literatur tentang hermeneutika Al-Qur’an serta pendidikan Islam. Analisis merekonstruksi dua gerakan penafsiran, mengevaluasi hubungan konteks historis dengan prinsip moral, dan mengkaji implikasinya bagi pengembangan kurikulum serta praktik pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa gerakan pertama menuntut pemahaman ayat dalam konteks sosiohistorisnya dan penelusuran arah moral teks; gerakan kedua menuntut pertimbangan cermat terhadap kondisi pendidikan kontemporer sebelum prinsip tersebut diterjemahkan menjadi tujuan pembelajaran dan praktik kelas. Artikel ini berargumen bahwa double movement dapat mendukung pendidikan Islam yang kontekstual, reflektif, dan berorientasi etis apabila proses penalaran penafsir dijelaskan secara transparan. Namun, metode tersebut bukan model kurikulum siap pakai atau metode pembelajaran langsung, sehingga nilai pedagogisnya masih perlu diuji melalui penelitian empiris. Kontribusi artikel ini adalah merumuskan jembatan konseptual antara penafsiran Al-Qur’an kontekstual dan desain pendidikan, dengan tetap membedakan penafsiran teks, keputusan kurikulum, dan evaluasi pembelajaran.
References
Izza, V. (2021). Double movement: Hermeneutika Alquran Fazlur Rahman. Jurnal Keislaman, 4(2), 127–143. https://doi.org/10.54298/jk.v4i2.3314
Nugroho, K., Kiram, M. Z., & Andriawan, D. (2023). The influence of hermeneutics in double movement theory (critical analysis of Fazlur Rahman’s interpretation methodology). QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies, 2(3), 275–289. https://doi.org/10.23917/qist.v2i3.2531
Rahman, D. R., & Kurniawan, A. (2025). Analisis kritis terhadap pembaruan interpretasi Fazlur Rahman dalam studi Al-Qur’an. Al Mudzakarah, 2(1), 75–99. https://jurnal.iaipigarut.ac.id/jis/article/view/57
Rahman, F. (1982). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. University of Chicago Press.
Rahman, F. (2009). Major themes of the Qur’an (2nd ed.). University of Chicago Press.
Rochmawati, N. A., & Muwafiq, A. (2024). Hermeneutika Fazlur Rahman: Double movement dalam penafsiran Al-Qur’an. Al-Qorni: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 9(1), 33–47. https://jurnal.stiqnis.ac.id/index.php/alqorni/article/view/5579
Saeed, A. (2006). Interpreting the Qur’an: Towards a contemporary approach. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203016770
Saeed, A. (2014). Reading the Qur’an in the twenty-first century: A contextualist approach. Routledge.
Syakir, A. I., Daulay, A. N., & Fitri, S. R. (2025). Metode tafsir kontekstual Fazlur Rahman dalam Al-Qur’an berpendekatan double movement dan sintetis logis. Jurnal Keilmuan dan Keislaman, 4(3), 32–45. https://doi.org/10.23917/jkk.v4i3.571
Syarbini, I. (2019). Teori double movement Fazlur Rahman: Sebuah tawaran metodologis dalam hukum Islam. Progresif: Media Publikasi Ilmiah, 7(1), 13–28. https://doi.org/10.61595/progresif.v7i1.354
Umma, F., Haryadi, Y. N. N., Tyas, E. S., Aziz, F. A., & Yusgiantara, A. (2025). Double movement and teacher curriculum agency: Fazlur Rahman’s hermeneutics as a framework for contextualizing Islamic education content. Research Journal on Teacher Professional Development, 3(1), 80–92. https://doi.org/10.21580/rjtpd.v3i01.33834



