Development of Halal Tourism Through Natural Cual Woven Fabric in Sumber Harapan Village, Sambas Regency
Abstract
This study aims to examine the potential for developing halal tourism based on natural cual woven fabric in Sumber Harapan Village, Sambas District, and its impact on the local economy. The research method used is a qualitative approach with a descriptive method, which includes in-depth interviews, field observations, and documentation. The results of the study indicate that the process of making natural cual woven fabric, which involves traditional techniques and natural raw materials, has high cultural value and can become an attraction for educational tourism. In addition, Sumber Harapan Village has great potential to be developed into a halal tourism destination, as it has met important criteria such as worship facilities, halal food, and Muslim-friendly accommodation. The development of halal tourism based on natural cual woven fabric is expected to increase the number of tourists, create new job opportunities, and boost local income. With proper management, Sumber Harapan Village has the potential to become a sustainable tourist destination that preserves local culture and strengthens the regional economy.
References
Bustamam, N., & Suryani, S. (2021). Pengaruh pengembangan pariwisata halal dan dampaknya terhadap pembangunan ekonomi daerah Provinsi Riau. Jurnal Ekonomi KIAT, 32(2), 146–161.
Elvian, S. (2014). Kain Tenun Cual dan Keunikan Budaya Sambas. Penerbit Budaya.
Fandeli, C. (2011). Pengembangan pariwisata. Andi Yogyakarta.
Gamal, S. (2002). Dasar-dasar pariwisata. Andi.
Herman, S. (2017). Pengelolaan objek wisata: Pendekatan dan strategi. Gramedia.
Jusuf, R. & FashionPro. (2012). Kain Tenun Cual: Teknik, Proses, dan Estetika. Pustaka Media.
Mardiana, S. (2019). Manajemen pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat. Alfabeta.
Musanef. (1996). Manajemen usaha pariwisata. Pradnya Paramita.
Nugroho, T. (2019). Desa dan Pelestarian Budaya Lokal dalam Pengembangan Pariwisata. Jurnal Pariwisata Indonesia, 5(1), 24–37.
Pratiwi, N. (2020). Pewarnaan alami dalam industri tekstil: Konservasi dan keberlanjutan. Jurnal Teknologi dan Seni, 8(2), 12–19.
Setiawan, A., & Dwi, S. (2017). Pengembangan potensi wisata alam berbasis kearifan lokal. UB Press.
Setyo Widodo, D., & Yandi, A. (2022). Model Kinerja Karyawan: Kompetensi, Kompensasi Dan Motivasi (Literature Review MSDM). Jurnal Ilmu Multidisplin, 1(1), 1–14.
Suryani, S., & Bustamam, N. (2021). Pengembangan pariwisata halal dan dampaknya terhadap pembangunan ekonomi daerah. Jurnal Ekonomi KIAT, 32(2), 146–161.
Taufik, R. (2015). Strategi promosi dalam pengembangan objek wisata sejarah. Media Press.
Wahyudi, H. (2021). Pemasaran pariwisata dan dampaknya pada ekonomi lokal. Bina Ilmu.
Wibowo, S. (2014). Pemanfaatan potensi wisata alam dalam pengembangan ekonomi daerah. Elex Media.
Yoeti, O. A. (2006). Pengembangan pariwisata: Konsep dan aplikasi. PT. Pradnya Paramita.
Yusuf, A., & Hadi, S. (2020). Pengelolaan pariwisata berbasis komponen 4A. Jurnal Manajemen Pariwisata, 5(2), 45–60.
Zahra, L. (2018). Studi kelayakan pengembangan destinasi wisata di daerah terpencil. Jurnal Studi Pariwisata, 6(1), 85–101.
Copyright (c) 2025 SOUTHEAST ASIA JOURNAL oF GRADUATE OF ISLAMIC BUSINESS AND ECONOMICS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







